Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Vaksin Nusantara

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Disuntik Vaksin Nusantara: Tidak Ada yang Saya Rasakan

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menerima suntikan sel dentitrik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Disuntik Vaksin Nusantara: Tidak Ada yang Saya Rasakan
Tribunnews.com/Lusius Genik
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari bersama dokter Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Terawan telah menyuntikkan sel dentitrik ke tubuh Siti Fadilah. Sel dentitrik itu dipercaya mampu melawan virus Corona karena telah melalui proses inkubasi bersama kit Covid-19 dan zat lainnya/Istimewa. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menerima suntikan sel dentitrik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya dr. Terawan Agus Putranto mengambil sel dentitrik Siti untuk dikenalkan dengan virus Covid-19, saat uji klinis fase II vaksin Nusantara beberapa saat lalu.

"Saya sebagai relawan penelitian vaksin imunoterapi (vaksin Nusantara) dari dr. Terawan hari ini saya disuntik sel dendritik saya sendiri, yang diambil dari darah saya sendiri delapan (8) hari yang lalu sebanyak 40 CC," ujar Siti Fadilah dalam keterangannya, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Rombongan Anggota DPR Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan

Siti menjelaskan, sel dentitrik yang disuntikkan ke dalam dirinya telah melalui proses inkubasi bersama kit Covid-19 dan zat lainnya. 

Setelah dipastikan bisa melawan virus Covid-19, sel dentitrik tersebut disuntikkan kembali ke dalam tubuh 8 hari setelah sebelumnya diambil dari tubuh Siti.

"Pada hari ke-8 dentitric cell saya sudah dianggap mengerti dan kuat melawan virus Covid 19, disuntikkan kembali. Jadi yang dimasukkan dalam tubuh saya itu murni denditric cell saya sendiri," ujar Siti.

Siti menjelaskan ada perbedaan antara metode imunoterapi yang digunakan dr. Terawan dengan vaksin konvensional.

"Misalnya Astra Zeneca itu yang disuntikkan adalah the whole of antigen yang mengandung bagian dari Virus Covid 19 yang disuntikkan masuk ke dalam tubuh. Apalagi dengan Sinovac, seluruh virusnya dimasukkan ke dalam tubuh, walaupun sudah dilemahkan," papar Siti.

Sekarang yang perlu dilakukan hanyalah menunggu, apakah sel dentitrik yang disuntikkan ke dalam tubuh Siti ampun melawan Covid-19 atau tidak.

Baca juga: Polemik Vaksin Nusantara, IDI Singgung Adanya Unsur Politis: Forum Ilmiah Tidak Seperti Itu

Selain itu Siti sekaligus mengungkapkan bahwa dia tidak merasakan sakit sama sekali saat menerima suntikan vaksin Nusantara.

"Rasanya? Seperti suntikan biasa. Tidak ada yang saya rasakan sama sekali. Sekarang saya nunggu diambil darah saya lagi untuk menghitung antibodi beberapa hari lagi," titit Siti.

Beberapa hari ke depan Siti akan kembali lagi ke RSPAD Gatot Subroto untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium.

"Saya sudah diberi jadwal untuk kembali ke RSPAD lagi untuk melanjutkan pemeriksaan lab dalam rangka penelitian vaksin Nusantara," katanya.

"Kalau penelitian ini berhasil, nanti nya diharapkan bukan hanya untuk Covid 19 saja, tapi bisa digunakan untuk semua antigen dari mutasi Covid 19 yang saat ini tersebar diberbagai belahan dunia," katanya lagi.

Ikuti kami di
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas