Tribun

Peran Moeldoko dalam Pengembangan Bus Listrik Diapresiasi Milenial

kehadiran MAB yang menegaskan keberhasilan Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi mobil listrik ini sangat patut diapresiasi

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Peran Moeldoko dalam Pengembangan Bus Listrik Diapresiasi Milenial
KSP
Moeldoko 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie Haryadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mobil Anak Bangsa mendapat pengakuan dari kalangan milenial. Koordinator Aliansi Milenial Muslim Indonesia, Nurkhasanah menyatakan Mobil Anak Bangsa adalah bus listrik yang dibangun Kepala Staf Presiden, Moeldoko dari nol.

“Keberhasilan Pak Moeldoko membangun mobil listrik dalam bentuk bus, yang beliau namakan Mobil Anak Bangsa (MAB) patut kita apresiasi dan dukung. Itu jelas merupakan keberhasilan teknologi yang tepat, saat yang pas,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima media, Rabu (28/4/2021).

Sebagai bagian dari kalangan milenial, Nurkhasanah mengaku pengembangan teknologi tersebut tidak hanya sangat sesuai zaman, melainkan memiliki potensi pengembangan yang akan memengaruhi nasib bangsa ke depan.

“Dunia saat ini tengah demam mobil listrik karena orang semakin peduli dengan masa depan Planet Bumi.

Baca juga: Harga Mobil Bekas Murah Jelang Lebaran, Mulai Rp 60 Jutaan hingga Rp 100 Jutaan

Jadi, kehadiran MAB yang menegaskan keberhasilan Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi mobil listrik ini sangat patut diapresiasi,” kata Nurkhasanah.

Ia menambahkan, keberhasilan Moeldoko tersebut dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak mengalami decoupling alias tidak nyambung dalam pusaran pengembangan teknologi dunia.

“Itu artinya kita bukan saja hadir bersama negara-negara industri lain di tengah semaraknya perkembangan mobil listrik, malahan bahkan berpotensi menjadi salah satu pemain penting, mengingat kekuatan sumber daya alam kita," jelasnya.

Bagaimana pun, kata Nurkhasanah, kehadiran kendaraan listrik di Indonesia perlu diakselerasi, mengingat banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan. Mulai dari kendaraan yang ramah lingkungan tanpa emisi karbon gas buang, sisi ekonomi di tengah permintaan mobil listrik yang terus naik, hingga sisi ketahanan energi nasional.

“Apalagi mobil listrik sangat efisien dari segi biaya, karena penggunanya tidak dibebani pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang kian mahal serta minimnya biaya perawatan,” kata dia.

Baca juga: Jepang Tinggalkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Proyek Marubeni dan Kepco Batal

Selain itu, Nurkhasanah juga mengapresiasi peran Moeldoko lantaran pengembangan mobil listrik itu dilakukan Moeldoko jauh sebelum dirinya menjadi KSP.

“Saya terkejut saat tahu bahwa pengembangan mobil listrik itu sudah dilakukan Pak Moeldoko sejak 2012, waktu beliau menjadi Wakil Gubernur Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional). Saya kagum, betapa saat itu pun Pak Moeldoko sudah berpikir ke depan, dan meyakini bahwa baterai lithium atau baterai listrik itu adalah masa depan," kata dia.

Belum lagi Moeldoko pun membiayai semua proses dari nol dengan biaya dari kantong pribadinya.

“Padahal, untuk itu perlu mengirimkan tim berpuluh-puluh kali ke Tiongkok untuk belajar dan riset saja, sebagaimana yang kita dengar dari beliau. Itu yang membuat kami, generasi milenial kagum,” ujar dia.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas