Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hari Pendidikan Nasional

Catatan Pimpinan Komisi X DPR Soal Penyelenggaran Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi yang kedua diperingati di tengah pandemi Covid-19.

Catatan Pimpinan Komisi X DPR Soal Penyelenggaran Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
dpr.go.id
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi yang kedua diperingati di tengah pandemi Covid-19.

Dalam satu setengah tahun kebelakang, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan dunia pendidikan Indonesia mengalami disrupsi yang sangat besar.

Berbagai penyesuaian pelaksanaan pendidikan harus dilakukan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Hetifah menyatakan apresiasinya kepada para pemangku kepentingan di dunia pendidikan.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan berbagai pihak selama setahun ke belakang untuk dapat tetap menghadirkan pembelajaran yang terbaik meski di tengah pandemi. Mulai dari guru, tenaga kependidikan, orangtua, hingga pemangku kebijakan,” ujarnya, kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Saat Jokowi Podcast dengan Nadiem Makarim Bahas Soal Pendidikan

Politikus Golkar tersebut pun memberikan catatan terhadap arah perkembangan dunia pendidikan selanjutnya.

“Kami berharap, di tahun ini penularan kasus Covid-19 dapat terkendali, dan dengan gencarnya vaksinasi terhadap guru, Insya Allah kita akan dapat lagi segera melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, dengan protokol yang ketat tentunya. Segala pihak harap mempersiapkan ini,” jelasnya.

Hetifah mengatakan ada beberapa hal yang perlu menjadi fokus bagi dunia pendidikan di tahun ini.
Pertama, tentu memastikan keamanan dan keselamatan selama proses pembelajaran, ini merupakan prioritas utama.

"Kedua, membiasakan kembali pembelajaran secara langsung yang sudah lama tidak terjadi. Ini tentu perlu strategi khusus, karena siswa sudah terbiasa setahun lebih di rumah,” paparnya.

Baca juga: Anies Baswedan: Saya 100 Persen Produk Pendidikan Indonesia

Wakil ketua Umum Partai Golkar Bidang Kesra ini juga menyoroti terkait learning loss.

“Kita juga harus mengatur strategi bagaimana mengejar ketertinggalan serta meminimalisir dampak learning loss yang terjadi selama setahun kebelakang. Asesmen nasional yang akan dilakukan di tahun ini semoga dapat memetakan ini dengan baik, sehingga kita tahu langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Baca juga: Hardiknas, Ketua Komisi X DPR: Penggabungan Fungsi Ristek Jadi Tantangan Penyelenggaraan Pendidikan

Lebih lanjut, Hetifah turut meminta pemerintah menyiapkan rencana cadangan jika pembelajaran tatap muka tidak dapat terjadi.

“Saya baru mendengar bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan PTM. Kita tentu harap dalam beberapa bulan kedepan penularan akan turun. Namun jika itu tidak terjadi, kita harus siap dengan Plan B, yang dapat mengoptimalkan pembelajaran dari rumah," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas