Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rawan Diserang Hama, Petani di Barito Kuala Diingatkan Ikut AUTP

Pasca banjir, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali ingatkan petani di Barito Kuala agar ikut serta dalam AUTP untuk menekan kerugian.

Rawan Diserang Hama, Petani di Barito Kuala Diingatkan Ikut AUTP
dok. Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tekankan bahwa AUTP merupakan bentuk perlindungan kepada para petani. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasca mengalami banjir, sebanyak 200 ha tanaman padi di wilayah Kabupaten Barito Kuala terserang hama tungro. Kementerian Pertanian (Kementan) kembali ingatkan petani agar ikut serta dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk menekan kerugian.

Serangan hama ini tersebar di wilayah kecamatan Rantau Badauh, Cerbon, Tabukan, Barambai serta kecamatan Anjir Muara. Tanaman padi milik petani di sejumlah wilayah kecamatan ini sempat mengalami gagal panen, akibat banjir besar pada pertengahan bulan Januari lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) minta Dinas Pertanian Daerah untuk mendorong petani mengikuti AUTP. Pemerintah memberikan subsidi premi asuransi tani sebesar Rp 144 ribu/ha.

“AUTP ini akan terus kami sosialisasikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,”  kata Mentan SYL, Kamis (6/5).

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani tidak perlu ragu untuk mendaftar AUTP melalui aplikasi Protan.

“Program AUTP bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani Indonesia. Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah mendapat subsidi secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan sejumlah dana APBN,” jelas Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan, AUTP mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen yang disebabkan oleh bencana alam maupun serangan hama, termasuk bencana banjir bandang hingga gempa bumi. Sementara hama yang dimaksud mencakup wereng cokelat, walang sangit, tikus, penggerek batang, tungro dan ulat grayak.

"Asuransi ini juga memberi jaminan kerugian atas gagal panen akibat penyakit tanaman, seperti penyakit blas, kerdil rumput, kerdil hampa, tungo, dan busuk batang," tutur Sarwo Edhy.

Memperluas jangkauan dalam asuransi pertanian, Kementan bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo telah meluncurkan aplikasi Protan.

"Petani semakin dipermudah dalam mengurus asuransi. Lewat aplikasi Protan ini, proses pendaftaran hingga klaim bisa dilakukan dengan mudah,” ujar Sarwo Edhy.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas