Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Kapolri Sebut Angka Pemudik Menurun, Minta Waspadai Arus Balik

Listyo mengaku tetap akan mewaspadai adanya mobilitas masyarakat saat arus balik lebaran 2021.

Kapolri Sebut Angka Pemudik Menurun, Minta Waspadai Arus Balik
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas gabungan melakukan penyekatan pemudik di Pos Gamon, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam. Dalam penyekatan pemudik yang mayoritas pengendara roda dua tersebut, pemudik diarahkan untuk memutar balik menuju Jakarta, namun banyak pemudik yang menerobos penyekatan ini. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan masyarakat yang pulang ke kampung halaman memakai transportasi udara menurun di tengah pelarangan mudik lebaran 2021.

Namun demikian, Listyo mengaku tetap akan mewaspadai adanya mobilitas masyarakat saat arus balik lebaran 2021.

"Arus mudik saya kira kita sudah lihat angkanya menurun. Namun yang harus diantisipasi nanti arus baliknya," kata Listyo saat meninjau larangan mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (12/5/2021).

Listyo meminta petugas memperketat terkait pengawasan protokol kesehatan penumpang yang memakai transportasi udara.

Syarat swab antigen Covid-19 harus dimiliki setiap penumpang.

"Petugas yang nanti melayani di loket untuk syarat pada saat akan membeli tiket itu dia sudah lolos dari pemeriksaan, minimal swab antigen harus sudah dilaksanakan. Apabila perlu tanyakan yang bersangkutan sudah vaksin atau belum," ujar dia.

Baca juga: Polisi Akui Kesulitan Bendung Animo Pemudik, Volumenya Terus Bertambah

Ia mengingatkan bahwa adanya klaster pemudik yang memakai kendaraan pribadi dinyatakan terpapar positif virus Corona saat dites secara acak di posko penyekatan larangan mudik 2021.

Atas dasar itu, imbuh Listyo, pengawasan terkait protokol kesehatan di bandara harus lebih ketat dibandingkan pengawasan di transportasi darat.

"Yang melintas bandara harus bisa kita tekan seminimal mungkin agar mereka tidak menjadi carrier. Karena dari jalur penyekatan sendiri dari beberapa penyekatan ada 4 ribu lebih yang kita dapatkan positif," ungkap dia.

"Jadi saya harapkan di bandara ini lebih ketat karena memang ini jadi pintu penghubung dari satu daerah ke daerah lain yang potensi untuk penularan itu sangat tinggi. Jadi tingkatkan lagi terkait dengan protokol kesehatan," tutupnya.

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas