Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kepala BP2MI Jajaki Kemungkinan Moratorium ke Malaysia, Terkait Kekerasan DTI Johor Bahru Malaysia

Kepala BP2MI menyampaikan keluhan para deportan agar menjadi pertimbangan langkah perbaikan di Malaysia

Kepala BP2MI Jajaki Kemungkinan Moratorium ke Malaysia, Terkait Kekerasan DTI Johor Bahru Malaysia
WARTAKOTA/Nur Ichsan
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala BP2MI Benny Rhamdani menjajaki kemungkinan melakukan moratorium ke Malaysia atas kasus kekerasan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Detensi Tahanan Imigrasi (DTI) Johor Bahru, Malaysia.

Hal ini akan ia lakukan setelah mendengar laporan dari 115 PMI deportasi dan repatriasi dari DTI Johor Bahru yang mengaku mengalami kekerasan selama ada di tahanan imigrasi tersebut.

"Selama berada di DTI Johor Bahru, para PMI ini mengalami tindak kekerasan,” terang Kepala BP2MI saat meninjau kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (12/5/2021).

Bukan hanya itu, para PMI diambil barangnya dan disuruh membayar sejumlah biaya untuk dapat keluar tahanan.

Benny juga sangat menyayangkan para PMI juga dihina secara individu oleh oknum, para oknum juga sampai menghina pemerintah Indonesia.

Baca juga: Penerapan Aturan Terkait Covid-19 Terkesan Pilih Kasih, Warga Malaysia Geram, Sindir Siti Nurhaliza

Untuk itu, Benny mengambil inisiatif dengan menghubungi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono dan menjajaki opsi untuk menerapkan moratorium PMI ke Malaysia.

“Hal ini tentu sangat disayangkan. Padahal bisa dikatakan bahwa Malaysia-lah yang sangat memerlukan tenaga PMI kita.

Untuk kedepannya mungkin kita bisa memikirkan opsi untuk menerapkan moratorium PMI ke Malaysia," terang Kepala BP2MI.

Dalam video call tersebut, Kepala BP2MI menyampaikan keluhan para deportan agar menjadi pertimbangan langkah perbaikan di Malaysia, sehingga apa yang dikeluhkan oleh para deportan tidak terulang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas