Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Perahu Terbalik di Kedung Ombo

3 Saran Pakar Transportasi Agar Kecelakaan Air seperti di Waduk Kedung Ombo Tak Terulang

Ada tiga hal yang ia sarankan dalam pengelolaan dan operasional kapal atau perahu di danau juga waduk dalam aspek keselamatan

3 Saran Pakar Transportasi Agar Kecelakaan Air seperti di Waduk Kedung Ombo Tak Terulang
Tribun Solo
Proses evakuasi perahu yang terbalik di Waduk Kedung Ombo. Perahu itu berisi 20 penumpang. Sebelas orang selamat dan sembilan tenggelam. Enam sudah ditemukan meninggal dunia. (Tribun Solo) 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, berpendapat perihal kecelakaan air di Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah.

Pakar transportasi ini menegaskan pentingnya kegiatan monitoring, pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan alat transportasi, dalam hal ini perahu.

Ada tiga hal yang ia sarankan dalam pengelolaan dan operasional kapal atau perahu di danau juga waduk.

Seluruhnya dapat dikelola secara profesional oleh pihak desa.

Misalnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca juga: Sosok GH, Nahkoda Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo: Masih 13 Tahun, Kini jadi Saksi Kunci

"Yang seperti ini akan mudah dilakukan monitoring, pembinaan dan pengawasan, terutama untuk operasional perahu dengan memperhatikan aspek keselamatan," jelasnya kepada Tribunnews.com, Minggu (16/5/2021).

Dari kasus kecelakaan air di Waduk Kedung Ombo, dirinya menguraikan tiga hal yang bisa dilakukan untuk melakukan monitoring dan pengawasan transportasi perahu.

Evakuasi korban tenggelam akibat perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021) sore.
Evakuasi korban tenggelam akibat perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021) sore. (TribunSolo.com/Agil Tri)

Pertama, memastikan penumpang yang berada di atas kapal sudah menggunakan baju penolong (life jacket) sebelum kapal diberangkatkan.

Kedua, mengecek data penumpang dalam manifest.

Ketiga, membantu memberikan informasi tentang kondisi cuaca dan menunda keberangkatan kapal apabila cuaca ekstrem.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas