Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Seleksi Kepegawaian di KPK

Aplikasi Chat Milik Novel Baswedan hingga Eks Jubir KPK Febri Diansyah Diduga Diretas

Aplikasi chat milik penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga eks Jubir KPK Febri Diansyah diduga diretas.

Aplikasi Chat Milik Novel Baswedan hingga Eks Jubir KPK Febri Diansyah Diduga Diretas
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Logo KPK. - Aplikasi chat milik penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga eks Jubir KPK Febri Diansyah diduga diretas. 

TRIBUNNEWS.COM - Aplikasi chat (pesan) milik sejumlah pihak terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga diretas.

Di antaranya, penyidik senior KPK Novel Baswedan serta Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI), Sujanarko.

Melalui akun Twitter-nya, @nazaqistha, Novel Baswedan mengabarkan, aplikasi chat Telegram milik dua pegawai yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWJ) itu telah dibajak.

Ia mengklaim, pihak yang memakai akun Telegram atas namanya, bukanlah mereka sendiri.

Baca juga: Fahri Hamzah Minta Presiden Jokowi Berikan Kepercayaan kepada Pimpinan KPK

"Pengumuman. Akun Telegram saya dibajak sejak pukul 20.22 WIB hari ini sehingga tidak lagi dibawah kendali saya."

"Akun Telegram Pak Sujanarko sejak pukul 20.31 WIB juga dibajak sehingga tidak dalam kendali yang bersangkutan."

"Bila ada yang dihubungi gunakan akun tersebut, itu bukan kami," tulisnya, Kamis (20/5/2021).

Dikonfirmasi Tribunnews sebelumnya, Sujanarko menyebut, ia dan Novel tak pernah membuat akun Telegram.

"Info teman-teman itu ada notifikasi nama saya di Telegram. Nomornya nomor saya. Bang Novel juga (tiba-tiba terdaftar di Telegram)," kata Sujanarko , Kamis (20/5/2021) malam.

Baca juga: KPK Bahas Nasib Novel Baswedan dan 74 Pegawai Tak Lolos TWK Pekan Depan

Sujanarko menduga upaya peretasan tersebut disebabkan karena dirinya dan 74 pegawai KPK lainnya menentang Surat Keputusan (SK) nomor 652 yang dikeluarkan pimpinan KPK.

Halaman
1234
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas