Kisah Dramatis Pengibaran Bendera Merah Putih di Thailand dan Aksi Desersi Tentara KNIL
Thailand pernah menjadi satu pusat perkumpulan bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Editor: Adi Suhendi
Mendengar rencana Belanda melakukan agresi militer di Indonesia, satu tentara bernama Abdul Faqih, secara rahasia bergerak menghubungi para KNIL pribumi yang dianggap mempunyai jiwa nasionalisme.
Abdul Faqih menganggap di antara pribumi yang menjadi tentara KNIL ada juga yang betul-betul bekerja untuk Belanda.
Diceritakan bahwa Abdul Faqih kemudian membawa dan membagikan secarik kertas ukuran pas foto yang sangat kecil.
"Di kertas itu ada suatu tulisan bahwa dikatakan besok jam 08.00 pagi kita akan berangkat ke Indonesia. Ditambahkan, sebaiknya kita untuk melarikan diri (desersi)," tutur Rachmat.
Baca juga: Berdasarkan Data Lapor Diri Tercatat Ada 1.907 WNI di Thailand
"Tetapi mengenai hidup tanggungjawab masing-masing. Surat tersebut ditandatangani sersan kesehatan," kata Rachmat.
Di malam yang sama, sekira pukul 01.00, aktor lain bernama Muhammad Thaib secara diam-diam pergi meninggalkan pusat perkumpulan tentara KNIL.
Muhammad Thaib saat itu berhasil kabur dengan selamat dan kemudian bersembunyi di Thailand Selatan.
"Begitu juga di situ ada pemuda namanya Soekarno yang akan mengibarkan bendera pertama kali. Endang yang kemudian menerima surat dari kakaknya di Bandung, memintanya pulang melawan Belanda," ujar Rachmat.
Saat itu, dalam suasana malam yang mencekam, 280 tentara KNIL pribumi berhasil kabur dari tempatnya.
Setelah itu mereka bersembunyi di tempat yang berbeda-beda.
Baca juga: Jejak Masyarakat Jawa di Thailand, Berawal Saat Raja Narai Berkuasa Sekitar Tahun 1656
Soekarno bersembunyi di Bangkok, Muhammad Thaib di bagian selatan Thailand, sementara Abdul Faqih dan teman-temannya sesekali memantau kondisi di Royal Bangkok Sports Club.
Setelah beberapa bulan mereka kembali ke Bangkok dan menjalin hubungan.
"Hingga pada 1 Mei 1947, di lapangan Senam Ruang, bendera Indonesia berkibar dan disaksikan sekitar 150 ribu orang," ujar Rachmat.
Momen tersebut bertepatan dengan saat di mana sebagian besar warga Thailand sedang memperingati hari buruh.
