Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kejaksaan Agung Kebakaran

Sidang Replik Perkara Kebakaran Kejagung, JPU Bersikukuh Para Terdakwa Telah Lalai

Sidang beragendakan Replik atau tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pledoi para terdakwa.

Sidang Replik Perkara Kebakaran Kejagung, JPU Bersikukuh Para Terdakwa Telah Lalai
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Pekerja membongkar sisa-sisa gedung utama Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,, Rabu (14/4/2021). Gedung Kejaksaan Agung yang mengalami kebakaran pada 22 Agustus 2020 kini mulai dibongkar. Untuk diketahui, Komisi III DPR menyetujui penambahan anggaran Kejaksaan Agung sebesar Rp350 miliar untuk renovasi. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar kembali sidang lanjutan kebakaran gedung utama Kejagung RI, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Sidang beragendakan Replik atau tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pledoi para terdakwa.

Dalam replik, JPU tetap pada pendiriannya yakni menilai para pekerja telah lalai hingga menyebabkan kebakaran di gedung tersebut.

Dalam sidang, JPU mengatakan dalam perkara itu, tak ada keraguan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang ada pada pasal 188 Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Perlu dipahami, penuntutan yang dilakukan semata-mata demi kepentingan keadilan dan kepastian hukum serta menjunjung prinsip prevensi umum ataupun prevensi khusus agar peristiwa yang sama tak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi kita semua," ujar JPU di persidangan, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Kejaksaan Agung Ikut Usut Sejumlah Kasus Korupsi di Papua

Adapun pertimbangannya, berdasarkan keterangan Ahli bernama Nurcholis dan Yulianto SN, dibutuhkan waktu minimal kurang lebih 20-30 menit dari bara rokok menuju nyala api.

Kemudian, JPU juga mengambil kesaksian dari saksi ahli Puslabfor, bahwa penyebab api kebakaran karena tersulutnya barang-barang, seperti kayu, kertas, plastik, bekas karpet, bekas wallpaper dan barang yang mengandung sentawa solar serta tinner.

"Bahwa perbuatan terdakwa yang tidak dengan kehati-hatian merokok sambil bekerja, mencampur sampah puntung rokok dengan sisa sampah pekerjaan, yang merupakan bahan mudah terbakar dan membuangnya ke tempat tak semestinya. Akibatnya, membuat kebakaran gedung utama Kejagung RI," tuturnya lagi.

Di kesempatan yang sama, Made Putra Aditya Pradana selaku pengacara para terdakwa menerangkan pihaknya meyakini ada OB bernama Hendri K orang terakhir yang membersihkan sisa-sisa pekerjaan, tapi JPU tetap bersikukuh para terdakwa inilah yang terakhir kali membersihkan sisa pekerjaan.

Lalu, dalam replik JPU tetap bersikukuh butuh waktu 29 menit puntung roko bisa membakar dan mengenai elemen kertas dan sisa pekerjaan.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas