Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Soal Data 97.000 PNS Misterius, Politikus Demokrat Minta Pemerintah Benahi Database Kepegawaian

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Demokrat, Anwar Hafid, meminta pemerintah untuk fokus membenahi data base kepegawaian aparatur sipil negara (ASN)

Soal Data 97.000 PNS Misterius, Politikus Demokrat Minta Pemerintah Benahi Database Kepegawaian
dok.Kemenpar
Ilustrasi PNS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Demokrat, Anwar Hafid, meminta pemerintah untuk fokus membenahi data base kepegawaian aparatur sipil negara (ASN).

Hal tersebut menyikapi kabar adanya 97.000 data PNS misteruius.

"Kita harus fokus pada pembenahan data base kepegawaian yang terintegrasi daerah dan pusat. Lewat sistem kepegawaian yang terintegrasi dengan basis data yang jelas, seluruh persoalan baik gaji, pembiayaan lain semua pasti akan sinkron," ujar Anwar, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (26/5/2021).

Politikus Demokrat itu mengatakan Komisi ASN dan Departemen Dalam Negeri harus sudah beradaptasi dan menerapkan hal prinsipil ini seiring perkembangan zaman.

"Kini saatnya Depdagri dan Komisi ASN mesti menerapkan hal prinsipil ini, karena kemajuan teknologi informasi sudah lebih maju. Maka birokrasi kita juga mesti maju," jelas Anwar.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengingatkan aparatur sipil negara (ASN/PNS) untuk memperbaharui data.

Baca juga: Komisi II Bakal Bahas Tuntas 97 Ribu Data PNS Disinyalir Misterius dalam RUU ASN 

Pasalnya, Bima menyebut adanya kumpulan data para ASN selama ini ada yang palsu.

Bahkan, Bima menyebut ada sebanyak kurang lebih 100 ribuan data PNS yang disinyalir misterius.

Sehingga, hal tersebut membuat pemerintah hanya membayar gaji kepada data misterius tersebut.

Halaman
123
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas