Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Hasil Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Indonesia Menolak Akui Keberadaan Israel

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap sikap masyarakat Indonesia terkait konflik Israel dan Palestina.

Hasil Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Indonesia Menolak Akui Keberadaan Israel
screenshot
Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando saat paparan hasil survei dengan tema, "Sikap Publik Nasional Terhadap Konflik Israel dan Palestina", Senin (31/5/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap sikap masyarakat Indonesia terkait konflik Israel dan Palestina.

Berdasar survei, sebagian asyarakat Indonesia tidak mengakui keberadaan negara Israel.

Sebagian lagi mengakui negara Israel dan Palestina, serta keduanya harus hidup berdampingan.

Dalam survei ini menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia yakni sebesar 88 persen mengetahui bahwa terjadi peningkatan konflik antara Israel dan Palestina beberapa waktu terakhir.

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengatakan, dari yang mengetahui konflik antara Israel dan Palestina ini, sekitar 35 persen setuju dengan opsi bahwa 'Negara Palestina dan negara Israel harus diakui adanya dan hidup berdampingan'.

Data itu diungkapkan Ade, dalam peluncuran hasil survei SMRC bertajuk 'Sikap Publik Nasional terhadap Konflik Israel dan Palestina' yang diselenggarakan secara daring, Senin (31/5/2021).

Baca juga: 65 Persen Masyarakat Indonesia Meyakini Konflik Israel-Palestina Soal Agama

"Sekitar 41 persen setuju dengan opsi bahwa 'Negaora Isroael tidak boleh diakui adanya karena berdiri di atas tanah Palestina', yang tidak punya sikap 24 persen," kata Ade dalam sambutannya.

Survei ini kata Ade dilakukan via telepon pada periode 25 hingga 28 Mei 2021 dengan sampel 1.201 responden yang dipilih secara random.

"Margin of error diperkirakan kurang lebih 2,9 persen," kata Ade.

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas