Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Program Pembangunan Embung oleh Kementan Tingkatkan Produktivitas Petani di Penajam Paser Utara

Program pembangunan embung yang dilaksanakan oleh Kementan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur berhasil tingkatkan hasil panen

Program Pembangunan Embung oleh Kementan Tingkatkan Produktivitas Petani di Penajam Paser Utara
Kementan
Selain mengairi lahan di sawah, embung juga dapat mendukung aktivitas perkebunan, hortikultura, serta ternak 

TRIBUNNEWS.COM - Air merupakan salah satu faktor penting untuk sektor pertanian. Agar pasokan air mengalir dengan baik, Kementerian Pertanian melaksanakan program pembangunan embung Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Program pembangunan embung ini berhasil meningkatkan produktivitas petani di Penajam Paser Utara.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, embung merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan pertanian. Embung akan menjaga irigasi pengairan pertanian, karena pertanian tak boleh terganggu oleh faktor apapun.

"Ketika musim kemarau tiba petani tak perlu khawatir karena ada embung ini yang akan memasok air sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga," ujar Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menerangkan, melalui embung nantinya pengelolaan air, baik air hujan maupun air tanah akan dikelola dengan baik sesuai kebutuhan. Embung juga akan mengatur pengairan pertanian agar tahan di segala kondisi, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.

"Embung itu adalah water management. Embung berfungsi mengatur air, baik air hujan maupun air tanah yang nantinya akan memasok kebutuhan pertanian di sekitarnya," ujarnya.

Nantinya, air yang tertampung dalam embung inilah yang bisa dimanfaatkan petani saat kemarau.

Selain untuk pertanian, Ali memaparkan jika embung juga bisa dimanfaatkan untuk sektor lainnya seperti perkebunan, hortikultura dan peternakan. 

"Embung bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan di sawah, tetapi juga bisa untuk mendukung aktivitas perkebunan, hortikultura, juga ternak. Kita harapkan embung bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pendapatan petani," harapnya. 

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto turut menerangkan bahwa embung yang dibangun untuk P3A Karya Bersama itu merupakan anggaran tahun 2020. Luas areal yang terairi hingga 50 hektar dengan sumber air dari Sungai Babulu.

"Petani di sana sebelum dibangun embung produktivitas padinya 4 ton sekali panen. Setelah ada embung meningkat menjadi 4,5 ton sekali panen," tutur Rahmanto.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyono menuturkan, pembangunan embung ini amat berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayahnya.

"Embung ini tak hanya untuk pertanian, tetapi juga untuk mengairi hortikultura, perkebunan dan peternakan. Saat ini proses pengerjaannya sudah 100 persen. Sudah selesai sejak Agustus 2020 dan langsung termanfaatkan," urainya.

Ketua P3A Karya Bersama, Susanto mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan embung ini.

"Kami berharap keberadaan embung ini dapat menjamin ketersediaan sumber air untuk lahan pertanian di desa kami," tuturnya.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas