Tribun

Hari Pancasila

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ajak Antisipasi Ideologi Transnasional

Jokowi memimpin jalannya upacara dengan menjadi inspektur upacara dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ajak Antisipasi Ideologi Transnasional
Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Memperingati Hari Lahir Pancasila, Presiden Joko Widodo (Jokowi) singgung bahaya radikal masuk ke Indonesia. 

Kali ini Jokowi menyinggung soal ideologi transnasional.

Jokowi menyebut masuknya ideologi merupakan dampak dari kompetisi dan rivalitas antarnegara.

Ia pun meminta seluruh warga negara Indonesia mengantisipasi masuknya berbagai bentuk ideologi transnasional ini.

Baca juga: 17.650 Pengunjung Pilih Berlibur di Taman Margasatwa Ragunan saat Libur Hari Lahir Pancasila 

"Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi," kata Jokowi.

"Ideologi transnasional cenderung terus meningkat masuk berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan strategi," lanjutnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat mengantisipasi masuknya ideologi transnasional radikal. Namun ia tak merinci apa yang dimaksud dengan konsep transnasional radikal.

"Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu," ujarnya

Baginya, kecepatan ekspansi ideologi radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi saat ini.

Untuk mencegah hal ini terjadi, diperlukan sebuah pemahaman Pancasila yang mendalam. Sehingga, tidak terpengaruh dengan ideologi ini.

"Saudara-saudara sebangsa setanah air, menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, diperlukan cara-cara baru yang luar biasa," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas