Coca-Cola Umumkan 3 Pemenang Kompetisi Jurnalistik Bertema 'Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat'
Perusahaan Coca-Cola umumkan pemenang kompetisi jurnalistik yang diselenggarakan Coca-Cola dan Yayasan Bintari Semarang, berikut info tiga pemenangnya
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Whiesa Daniswara
Diketahui, melalui kompetisi inisiasi perusahaan yang telah melayani lebih dari 600 juta konsumen dan mendukung 1,75 juta pelanggan di 29 negara ini, media dapat turut andil untuk mengedukasi publik.
Diharapkan, upaya edukatif tentang kolaborasi pengelolaan sampah antara pemerintah, sektor industri, dan masyarakat bisa tersampaikan melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Sehingga inisiatif pengelolaan sampah yang lebih baik meluas di masyarakat.
Baca juga: Atasi Problem Sampah, Ketua DPD RI Minta Daerah Bangun PSEL
Hal tersebut diungkap Regional Corporate Affairs Manager, East CCEP Indonesia, Armytanti Hanum Kasmito.
Armytanti mengatakan pentingnya pengelolaan sampah di Indonesia.
Mengingat, pengelolaan sampah telah menjadi masalah utama masyarakat Indonesia.
Dapat dilihat, di tempat pembuangan akhir seluas 5,7 hektare, yakni di TPA Blondo, Kabupaten Semarang, dalam sehari harus menampung sampah dengan jumlah kisaran 160 ribu ton.
Oleh karenannya, pemerintah daerah berupaya mencari lokasi baru karena TPA diperkirakan mengalami kelebihan kapasitas (over capacity) pada tahun ini.
Armytanti menilai, tak hanya Kabupaten Semarang, hal serupa sangat mungkin terjadi di kota-kota maupun kabupaten lain di Indonesia.
“Bukan tak mungkin masalah serupa juga dihadapi daerah-daerah lain,” kata Armytanti.
Menanggapi hal tersebut, tim juri, Nonie Arnie mengatakan meski sekilas sederhana, tapi masalah pengelolaannya sampah memiliki dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari.
"Pengelolaan sampah salah satunya, meski sekilas sederhana tapi masalah pengelolaannya memiliki dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari kita," terang Nonie.
Untuk mencapai tujuan itu, Nonie berharap, persoalan penting ini dapat disampaikan kepada masyarakat melalui media.
Sehingga, masyarakat mendapatkan edukasi bagaimana dampak dan cara pengelolaan sampah secara baik dan benar.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.