Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kementan Bangun Konstruksi Optimasi Lahan Rawa untuk Petani Barito Kuala

Kementerian Pertanian menggulirkan program pembangunan konstruksi dalam rangka optimasi lahan rawa di Desa Anjir Pasar Lama, Kabupaten Barito Kuala

Kementan Bangun Konstruksi Optimasi Lahan Rawa untuk Petani Barito Kuala
Kementan
Dengan adanya program optimasi lahan rawa ini diharapkan berbagai hal yang kerap menjadi kendala dalam pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian di Barito Kuala dapat diatasi 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program pembangunan konstruksi dalam rangka Optimasi Lahan Rawa di Desa Anjir Pasar Lama, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Program pembangunan konstruksi optimasi lahan rawa itu untuk mendukung aktivitas pertanian Kelompok Tani Harapan Maju.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan bahwa pihaknya selalu berupaya keras untuk meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia. Dan salah satu tujuan program Optimasi Lahan Rawa adalah dalam rangka hal tersebut.

"Optimasi lahan rawa ini dimaksudkan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) pada lahan yang dimiliki petani. Dengan adanya program Optimasi Lahan Rawa ini diharapkan berbagai hal yang kerap menjadi kendala dalam pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian dapat diatasi sehingga peningkatan IP dan produktivitas dapat dicapai," tutur Mentan SYL.

Dijelaskannya, Indonesia memiliki potensi lahan rawa sebesar 33.4 juta hektar. Hanya saja, dalam pengelolaannya terdapat beberapa faktor pembatas.

"Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam optimasi lahan rawa ini adalah tata kelola air yang belum berjalan optimal yang kemudian berdampak pada munculnya berbagai faktor penghambat dalam meningkatkan IP dan produktivitas," terang Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, optimasi lahan rawa merupakan usaha meningkatkan produktivitas atau meningkatkan IP melalui kegiatan penataan sistem air dan lahan.

Maka, faktor-faktor yang juga harus mendapat perhatian adalah kemasaman tanah yang tinggi rezim air yang fluktuatif sehingga genangan air biasanya tinggi pada saat banjir atau pasang, serta dangkal dan mengalami kekeringan pada saat musim kemarau. "Selain itu infrastruktur lahan dan air yang masih sangat terbatas dan belum berfungsi dengan optimal. Biaya usaha tani di lahan rawa juga tinggi," ujar Ali.

Melalui program optimasi lahan rawa ini Ali menjelaskan, Kementan berupaya memperbaiki hal-hal yang secara dominan menjadi faktor penghambat produktivitas dan peningkatan IP agar petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Selain itu, optimasi lahan rawa juga merupakan salah satu cara kita untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia terus terjaga di masa depan. Terutama dengan terus meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat," tutur dia.

Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Erwin Noorwibowo menjelaskan, target lahan yang dioptimasi seluas 350 hektar di lokasi Desa Anjir Pasar Lama. Salah satu kegiatan yang dikerjakan adalah rehabilitasi irigasi rawa, pembuatan tanggul, pembuatan jembatan.

"Pembuatan jembatan ini untuk membantu mobilisasi petani juga peralatan (alat mesin pertanian) di lokasi pertanian rawa," tutur Erwin. (*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas