Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Di Universitas Syiah Kuala, Ketua MPR Singgung Soal Program Pemda yang Tak Sinkron dengan Pusat

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, Singapura kini telah menargetkan pada tahun 2030 bisa memenuhi sendiri 30 persen kebutuhan pangannya. 

Di Universitas Syiah Kuala, Ketua MPR Singgung Soal Program Pemda yang Tak Sinkron dengan Pusat
MPR RI
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo 

Dengan demikian, visi misi calon presiden, gubernur, dan bupati/walikota akan merujuk kepada PPHN sebagai visi misi negara. 

"Sehingga menjamin sinkronisasi pembangunan pusat dengan daerah, serta keberlanjutan pembangunan dari satu periode pemerintahan ke periode penggantinya. Tidak ada lagi uang rakyat yang habis sia-sia menjadi bangunan setengah jadi maupun besi tua tanpa makna," tutur Bamsoet. 

Ketua Umun Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini turut bangga atas prestasi Universitas Syiah Kuala (USK), sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Pulau Sumatera. 

Berdasarkan rilis Webometerics pada April 2021, USK meraih peringkat ke-17 sebagai kampus terbaik di seluruh Indonesia. Prestasi tersebut dilengkapi capaian prestasi mahasiswa UNSYIAH program Doktor Matematika dan Aplikasi Sains, Muhammad Iqhrammullah, yang pada Februari 2021 berhasil menjadi juara kedua di ajang kompetisi internasional, Opportunity Desk Impact Challenge 2021. 

"Sebagai wujud gotong royong membangun bangsa, USK juga menyiapkan program afirmasi, memberikan beasiswa pendidikan kepada puluhan saudara sebangsa dari Papua. Bahkan juga disiapkan asrama sebagai tempat tinggal. Selain bisa belajar ilmu pengetahuan akademik, saudara sebangsa dari Papua juga bisa belajar banyak dari penyelesaian konflik Aceh. Sehingga kelak ketika lulus dan kembali ke Papua, para mahasiswa tersebut bisa menyebarkan virus perdamaian dan keamanan, sebagaimana kini sudah dinikmati masyarakat Aceh," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menerangkan, sebagai penghasil intelektual, USK juga senantiasa berkomitmen menjaga pluralitas kebangsaan.

Keberagaman, sebagaimana diajarkan berbagai ajaran agama, merupakan fitrah kehidupan yang tidak dapat diingkari. 

Sejak mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara kesatuan yang hidup dalam kemajemukan budaya, suku, ras, dan agama, sejak saat itulah konsep kebhinekaan telah menyatukan segenap elemen bangsa dalam satu ikatan kebangsaan. 

"Implementasinya memang tidak semudah membalikan telapak tangan.

Dalam kurun waktu tahun 2014 hingga 2019, SETARA Institut mencatat terjadinya 846 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama, atau rata rata 14 kali dalam satu bulan. Gambaran nyata bahwa ancaman terhadap kebhinekaan memang nyata. Menghadapinya, butuh gotong royong seluruh pihak, termasuk dari elemen perguruan tinggi," pungkas Bamsoet.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas