Tribun

Komisi XI DPR RI Sebut Utang Indonesia dalam Taraf Mengkhawatirkan

Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Negara (PPN)/Ketua Bappenas, Rabu (23/6/2021). 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Komisi XI DPR RI Sebut Utang Indonesia dalam Taraf Mengkhawatirkan
ISTIMEWA
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Negara (PPN)/Ketua Bappenas, Rabu (23/6/2021). 

Dalam rapat dengan topik Manajemen Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ini, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Anis Byarwati menyoroti tentang persoalan utama utang Indonesia. 

Menurut Anis, persoalan utama utang Indonesia adalah bagaimana agar penerimaan negara lebih dipacu dibanding utangnya. 

"Sementara yang terjadi saat ini, utang tumbuh lebih tinggi, baik dibandingkan terhadap penerimaan negara maupun dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi. Sehingga Indonesia semakin terjebak dalam hutang,” ujar Anis, kepada wartawan, Kamis (24/6/2021). 

Anis yang juga menjabat sebagai wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini melanjutkan pada catatan yang kedua terkait dengan porsi utang. Porsi utang dalam valas memang menurun menjadi 13% dari total utang pemerintah.

Baca juga: Anis Byarwati: Utang Indonesia dalam Taraf Mengkhawatirkan

Akan tetapi menurut Anis, nilai rupiah yang cenderung terdepresiasi menyebabkan utang negara semakin riskan baik dalam hal cicilan pokok maupun bunganya. 

"Dengan kondisi seperti ini, bagaimana mungkin kita masih mengatakan utang kita aman-aman saja,” katanya.

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini menegaskan bahwa perlu dilakukan kajian lebih dalam terkait rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang benar-benar mencerminkan kondisi riil. 

"Selama ini, perhitungan yang dilakukan hanya utang pemerintah pusat terhadap PDB. Sedangkan utang BUMN tidak dimasukan dalam hitungan. Praktek di negara-negara lain utang BUMN termasuk dalam kalkulasi rasio tersebut,” ujar Anis.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas