Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polri Diminta Copot Oknum Polisi Pelaku Rudapaksa Remaja di Maluku Utara

Eva meminta agar Propam Polri segera mengusut kasus tersebut dan mencopot keanggotaan yang bersangkutan.

Polri Diminta Copot Oknum Polisi Pelaku Rudapaksa Remaja di Maluku Utara
Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Eva Yuliana 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Eva Yuliana mengaku geram saat mendengar kasus dugaan pemerkosaan terhadap remaja berusia 16 tahun oleh anggota polisi di Polsek Jailolo Selatan, Maluku Utara.

Eva meminta agar Propam Polri segera mengusut kasus tersebut dan mencopot keanggotaan yang bersangkutan.

"Saya meminta kepada Propam Polri segera mengusut kasus ini dan memberikan tindakan tegas sesuai dengan kode etik/disiplin Polri kepada oknum anggota Polri tersebut. Copot keanggotaannya. Sudah jauh dari pantas kelakuan Polisi seperti itu," ujar Eva, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (24/6/2021).

Menurutnya, kasus pemerkosaan tersebut sangat mencoreng nama baik institusi Polri yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat.

Oleh karena itu, Eva menilai tindakan tegas harus diberikan dengan sanksi pemecatan dan pidana jika terbukti benar kejadian tersebut.

"Saya juga meminta Kapolres Halmahera Barat untuk segera menjalankan peradilan umum atas kasus ini," kata dia.

Lebih lanjut, Eva mengatakan polisi harus segera bergerak membantu korban, terutama karena korban pasti mengalami trauma.

Baca juga: LPSK Segera Temui Korban Rudapaksa Oknum Polisi di Maluku Utara

"Unit perlindungan perempuan dan anak kepolisian wajib memberikan moral support kepada korban, serta membantu trauma healing dan konseling psikologi. saya sangat prihatin atas kejadian ini. Empati yang mendalam kepada korban yang mengalami traumatik dan sangat tidak menyenangkan," jelasnya.

Kasus ini diharapkan Eva dapat menjadi cambuk bagi Polri agar mampu meningkatkan sistem pembinaan mental dan rohani para personelnya.

"Dan dengan kasus ini, menurut saya Polri harus meningkatkan pola atau sistem pembinaan mental dan ruhani personel Polri," kata Eva.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas