Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Kebijakan PPKM Dinilai Jadi Cara Paling Ilmiah Dilakukan Pemerintah dalam Menangani Pandemi Covid-19

Pemerintah Pusat menetapkan kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku mulai 3 hingga 20 Juli mendatang.

Kebijakan PPKM Dinilai Jadi Cara Paling Ilmiah Dilakukan Pemerintah dalam Menangani Pandemi Covid-19
/Jeprima
Pekerja seni berkostum badut mensosialisasikan penggunaan masker kepada pengendara bermotor yang melintas di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (12/7/2021). Kegiatan ini untuk mengajak para pengguna jalan untuk sama-sama menjaga protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di Jakarta. Mengingat angka kasus positif Covid-19 perhari ini (12/7) sebanyak 40.427 kasus baru, maka jumlah total kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini menjadi 2.567.630 kasus terkonfirmasi COVID-19. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 belum juga menunjukkan tanda penurunan sejauh ini.

Terlebih pada wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Atas dasar itu, Pemerintah Pusat menetapkan kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku mulai 3 hingga 20 Juli mendatang.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai, langkah pemerintah menetapkan PPKM Darurat ini merupakan kebijakan yang paling ilmiah.

Sebab katanya, hanya upaya tersebut yang diyakini dapat dilakukan untuk melindungi masyarakat dari masalah Covid-19 ini.

"Untuk itu cara yang paling efektif secara ilmiah untuk mengatasi hal demikian adalah dengan melakukan lockdown atau PSBB atau PPKM," ucap Anwar melalui keterangan tertulisnya, dikutip Senin (12/7/2021).

Baca juga: RSCM Akan Diubah Jadi Rumah Sakit Covid-19 dalam 3 Minggu ke Depan

Sebagai langkah tindak lanjutnya, kata Anwar, tinggal bagaimana kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan tersebut.

Jika masyarakat patuh terhadap kebijakan itu, maka angka kasus positif Covid-19 di Indonesia dapat ditekan secara cepat.

"Begitu pula sebaliknya, jika jumlah masyarakat yang mau mengisolasi diri menurun, maka jumlah pasien yang akan terkena covid-19 dan yang akan meninggal dunia tentu jelas akan meningkat," lanjutnya.

Tetapi kebijakan tersebut kata Anwar bukan tidak memiliki konsekuensi atau dampak.

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas