Tribun

Virus Corona

Pimpinan MPR Ajak Semua Pihak Bangun Optimisme Hadapi Pandemi Covid-19

Optimisme tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kesadaran untuk hidup dalam kondisi kenormalan baru.

Editor: Hasanudin Aco
Pimpinan MPR Ajak Semua Pihak Bangun Optimisme Hadapi Pandemi Covid-19
Ist
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada diskusi bertajuk Optimisme di Tengah Ketidakpastian, yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Denpasar 12, di Jakarta, Rabu (14/7/2021). 

Namun, menurut Rerie, bangsa Indonesia punya nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tuggal Ika yang menjadi tameng untuk menghadapi persoalan-persoalan itu.

"Mari kita bersama-sama menghadapi musibah ini dengan penuh optimisme. Saya percaya pada waktunya badai pasti berlalu dan ada matahari terang di ujung sana. Bersama kita bisa, bersama-sama kita akan muncul sebagai pemenang dan mencatat sejarah bahwa bangsa kita mampu mengalahkan covid-19," tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Hingky Hindra Irawan Satari, antara lain menyoroti soal pentingnya data untuk menyokong langkah-langkah penanggulangan pandemi covid-19, karena kelengkapan data akan sangat menentukan arah kebijakan dan hasil yang dicapai dalam menghadapi wabah virus korona di Tanah Air.

Oleh karena itu, sangat berbahaya bila orang berbicara panjang lebar tentang pandemi tanpa didukung data yang lengkap dan valid," tandasnya.

Selain itu, kata dia, seluruh elemen bangsa ini harus melihat pandemi sebagai masalah kita bersama, bukan masalah pemerintah. "Pandangan keliru semacan itu masih banyak menghantui masyarakat. Ini berbahaya, karena virus terus bermutasi, tapi rakyat tidak bermutasi."

"Jangan saling menyalahkan atau mencari siapa yang salah, tapi sama-sama mencari jalan keluar. Contoh-contoh daerah yang berhasil tangani covid adalah champions yang perlu diikuti daerah lain. Juga, jangan hanya banyak bicara tapi harus lebih banyak bekerja," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komaruddin Hidayat mengakui bahwa semua negara sama-sama bingung dan melakukan trial and error dalam menghadapi pandemi covid-19.

Tapi bila dilihat dari sisi angka, jumlah kematian sangat kecil bila dibandingkan angka kesembuhan, baik di tingkat nasional maupun global.

"Karena itu, tidak perlu cemas dan takut berlebihan, tapi sebaliknya kita harus opitimistis bahwa yang sehat akan menang," ujarnya.

Ratih Ibrahim, menambahkan, kecemasan yang intes, bahkan ada yang depresi karena pandemi, perlu pendampingan psikologis terutama di kalangan generasi muda yang masih labil dalam menghadapi persoalan.

Mereka perlu diberikan pemahaman yang benar dan luas tentang kenormalan baru.

"Perlu pendekatan dengan bahasa-bahasa yang positif melalui berbagai cara seperti pelatihan, diskusi ilmiah agar ancaman kesehatan fisik oleh virus korona tidak menjalar ke kesehatan psikis. Tentu upaya itu perlu kerja sama dan dukungan lintas lembaga," cetusnya. 

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas