Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Survei LSI: Masyarakat Ingin Prioritaskan Ekonomi Lebih Besar Dibanding Kesehatan

Survei LSI dilakukan pada 20 hingga 25 Juni 2021 dengan melibatkan sekitar 1.200 responden.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Survei LSI: Masyarakat Ingin Prioritaskan Ekonomi Lebih Besar Dibanding Kesehatan
Tribun Lampung/Deni Saputra
Sejumlah anak bermain bola di jalan protokol Raden Intan, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (17/7/2021). Memasuki hari ke-6 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bandar Lampung, situasi dan jalan yang kosong akibat penutupan saat penyekatan di sejumlah ruas jalan protokol dimanfaatkan anak-anak hingga remaja untuk bermain bola. Tribun Lampung/Deni Saputra 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) memaparkan hasil sigi terkait prioritas masyarakat antara ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Pertanyaan yang diajukan ialah 'sekarang ini, menurut Ibu/Bapak sebaiknya lebih memprioritaskan pada masalah kesehatan atau ekonomi'?

"Pada periode survei Juni 2021, jumlah responden yang ingin pemerintah prioritaskan masalah ekonomi lebih besar (50,7%) dibanding yang ingin masalah kesehatan diprioritaskan hanya 46,2%," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Minggu (18/7).

Sementara itu, berdasarkan hasil rekap survei LSI, mayoritas responden menganggap Covid-19 sama-sama mengancam terhadap kesehatan (92%) dan ekonomi masyarakat Indonesia (95,8%). 

"Jumlah responden yang menilai covid-19 mengancam ekonomi lebih besar," ucapnya.

Baca juga: Survei LSI: Untuk Kali Pertama, Tingkat Kepercayaan Publik Kepada Jokowi Merosot di Bawah 50 Persen

Baca juga: Survei LSI: 76 Persen Masyarakat Tolak Vaksin Berbayar

Sedangkan mayoritas responden (70,9%) menilai besar kemungkinan kehidupan akan lebih buruk karena dampak ekonomi dari wabah Covid-19. 

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan (Tribunnews.com/Chaerul Umam)
Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan hasil survei LSI .ayoritas ingin PSBB dihentikan agar ekoomi bisa berjalan (57% responden), sementara 39% responden ingin PSBB dilanjutkan agar penyebaran virus bisa diatasi. 

Jumlah responden yang ingin PSBB dihentikan selalu lebih banyak di Juli (60,6% responden) ingin PSBB dihentikan, dan di September 2020 ada 54% responden.

Baca juga: Survei LSI: Masyarakat Yang Tidak Bersedia Disuntik Vaksin Covid-19 Beralasan Takut Efek Samping

Berdasarkan hasil sigi LSI keadaan Ekonomi Nasional Dinilai Sedang Buruk Ada 56,5% responden yang menilai keadaan ekonomi nasional secara umum saat ini buruk. 

"Jumlah tersebut meningkat dibanding periode Januari 2021 di mana hanya 42,4% responden yang menilai buruk," tambahnya.

Akan tetapi, jumlah itu belum setinggi penilaian  pada Mei 2020 yang saat itu 81% responden menilai keadaan ekonomi buruk. 

Mayoritas responden (69%) mengalami penurunan pendapatan rumah tangga sejak imbauan bekerja dan belajar dari rumah. Dari jumlah tersebut, 74,9% di antaranya menilai penurunannya dalam jumlah banyak jika dibandingkan sebelum Covid-19.

Survei LSI dilakukan pada 20 hingga 25 Juni 2021 dengan melibatkan sekitar 1.200 responden.

Dengan asumsi metode simple random sampling, memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) sekitar ±2.88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  Sampel ini berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas