Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kritik BPKH Soal Pengelolaan Dana Haji, Menteri Agama Nilai Jemaah Dirugikan

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengkritik pengelolaan dana haji yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Kritik BPKH Soal Pengelolaan Dana Haji, Menteri Agama Nilai Jemaah Dirugikan
Kemenag.go.id
Menag Yaqut Cholil Qoumas. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengkritik pengelolaan dana haji yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Yaqut mengatakan selama ini hasil investasi dana haji yang dikelola BPKH hasilnya tidak jauh berbeda dengan saat dikelola Kementerian Agama.

"Besarnya hasil investasi ketika melihat nilai manfaat yang merupakan hasil pengelolaan dana Haji, saya tercenung karena ternyata pengelolaan dana haji oleh BPKH tak jauh berbeda dibandingkan dengan ketika dikelola oleh Kementerian Agama," ujar Yaqut dalam sambutannya pada Webinar Pengelolaan Dana Haji 2021 yang dibacakan oleh Sekjen Kemenag Nizar, Senin (19/7/2021).

Politikus PKB ini mengungkapkan hasil investasi dana haji selama ini berada di kisaran 5,4 persen pertahun.

Nilai tersebut, menurutnya, jauh dari yang dijanjikan saat BPKH akan didirikan dan ketika dilakukan fit and proper test di DPR.

Baca juga: BPKH Pastikan Dana Haji Aman dan Dikelola Transparan

Masalah ini, kata Yaqut, mulai menjadi perhatian DPR dan BPK.

Menurutnya jemaah haji Indonesia dirugikan, jika BPKH hanya mendapatkan nilai manfaat yang sama.

"Jika hanya mendapatkan persentase nilai manfaat yang sama antara Kementerian Agama dengan BPKH. Saya menilai jamaah dirugikan, dirugikan karena jemaah harus membiayai operasional lembaga baru yang ternyata hasilnya sama saja," tutur Yaqut.

Yaqut mengatakan jemaah dirugikan karena harus membayar operasional dari BPKH.

Halaman
123
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas