Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

TP3 Jelaskan Maksud Pernyataan Amien Rais Soal Skenario Tewasnya Laskar FPI

Marwan menjelaskan, yang dimaksud Amien Rais adalah TNI-Polri tidak terlibat dalam menyusun skenario awal penembakan terhadap 6 laskar FPI.

TP3 Jelaskan Maksud Pernyataan Amien Rais Soal Skenario Tewasnya Laskar FPI
Tribunnews.com, Chaerul Umam
Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam Laskar Pembela Rizieq Shihab, menemui Fraksi PKS DPR RI, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam pengawal Rizieq Shihab, Marwan Batubara menjelaskan maksud pernyataan Amien Rais, soal tidak ada keterlibatan TNI-Polri dalam insiden tewasnya laskar FPI di jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat. 

Marwan menjelaskan, yang dimaksud Amien Rais adalah TNI-Polri tidak terlibat dalam menyusun skenario awal penembakan terhadap 6 laskar FPI.

Namun, kedua lembaga itu terlibat langsung dalam operasi penembakan.

"Yang dimaksud Pak Amien itu dalam hal menyusun skenario itu memang tidak terlibat TNI-Polri. Tapi dalam program operasi di lapangan jelas terlibat, orang polisinya sendiri yang bikin konferensi pers, gimana dibilang tidak terlibat? dan konferensi pers tanggal 7 Desember ada Panglima Kodam Jaya dan Kapolda Metro, di mana dibilang tidak terlibat?," kata Marwan saat dihubungi Tribunnews, Selasa (20/7/2021).

Marwan menegaskan, TNI-Polri terlibat dalam skenario penembakan 6 laskar FPI.

Baca juga: Habib Rizieq Vs Amien Rais Soal Tragedi Penembakan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50

Dia mengatakan bahwa TP3 tidak ada masalah dengan Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Marwan menilai, pernyataan yang membenturkan Rizieq dengan Amien belakangan ini adalah upaya mengadu domba.

"Kita khawatir pertama memang sengaja dicari-cari alasan untuk memecah belah, kedua mengalihkan isu, ketiga bisa saja dipakai untuk menyatakan bahwa sebenarnya tidak terjadi pelanggaran HAM berat seperti yang disambar langsung oleh Mahfud MD," ujarnya.

"Padahal kalau kita melihat kejadian dan fakta-fakta di lapangan itu kan jelas ini sifatnya sistemik," pungkas Marwan.

Halaman
1234
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas