Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Christianto Wibisono Meninggal Dunia, Ekonom Senior Era Presiden Soeharto

Ekonom senior di era Presiden Soeharto, Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok, meninggal dunia pada Kamis (22/7/2021).

Christianto Wibisono Meninggal Dunia, Ekonom Senior Era Presiden Soeharto
Warta Kota/Nur Ichsan
Christianto Wibisono- Ekonom senior di era Presiden Soeharto, Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok, meninggal dunia pada Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Ekonom senior di era Presiden Soeharto, Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok, meninggal dunia.

Christianto Wibisono tutup usia pada hari ini, Kamis (22/7/2021).

Ungkapan duka disampaikan Juru Bicara PSI Andy Budiman dalam akun resmi Twitternya.

"Selamat jalan Pak Christianto Wibisono. Beristirahatlah dalam damai," ujarmya.

Baca juga: Christianto Wibisono: Sebuah Wishful Thinking Indonesia 2024

Baca juga: Harmoko, Sosok yang Meminta Soeharto Mundur dari Jabatan Presiden Kini Sudah Tutup Usia

Baca juga: Kisah Harmoko Meminta Soeharto Lengser Keprabon dari Jabatan Presiden:

Berdasar informasi sementara, Christianto meninggal dunia karena sakit.

Diketahui Christianto meninggal di usia 76 tahun.

Christianto merupakan pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) pada 1980.

Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok lahir di Semarang, Jawa Tengah, 10 April 1945.

Ia selama ini dikenal sebagai seorang analis bisnis terkemuka di Indonesia.

Ia adalah pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) 1980.

Christianto mengawali kariernya dengan menjadi penulis di surat kabar yang diterbitkan oleh Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) bernama Harian KAMI yang terbit perdana 18 Juni 1966.

Pada tahun 1971, bersama Gunawan Muhammad, ia juga turut menjadi pendiri mingguan Ekspres yang kemudian menjadi cikal bakal majalah Tempo.

Christianto Wibisono sempat menjadi Asisten Pribadi Wapres Adam Malik 1978-1983 khusus masalah Dialog Utara Selatan, ketika Adam Malik menjadi anggota Komisi Utara Selatan diketuai mantan kanselir Jerman Willy Brandt.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto/Malvyandie Haryadi)

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas