Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Divonis Dewan Pengawas Langgar Etik, Ini Kata Plt Direktur Labuksi KPK

Dewas KPK menyatakan Mungki melanggar kode etik karena tidak melaporkan pencurian emas yang dilakukan pegawai KPK berinisial IGAS.

Divonis Dewan Pengawas Langgar Etik, Ini Kata Plt Direktur Labuksi KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN dan Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Albertina Ho 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mungki Hadipratikto menghargai putusan Dewan Pengawas KPK yang dijatuhkan padanya.

Dewas KPK menyatakan Mungki melanggar kode etik karena tidak melaporkan pencurian emas yang dilakukan pegawai KPK berinisial IGAS.

"Sebagaimana putusan Dewas terkait pelanggaran etik kemarin, saya sebagai salah satu insan KPK menghormati dan menghargai putusan tersebut," kata Mungki lewat keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Sebagai bentuk menghargai putusan Dewas KPK, dalam persidangan etik Mukti tidak mengajukan pembelaan. Katanya, itu sebagai bentuk kooperatif selama mengkuti proses sidang etik.

Sebagai atasan IGAS, ia berinisiatif untuk langsung memastikan informasi dugaan awal hilangnya barang bukti emas tersebut.

Dengan mengambil langkah di antaranya memeriksa fisik dan melalui CCTV. Sehingga, katanya, saat itu diketahui pelakunya adalah IGAS.

Baca juga: Plt Direktur Labuksi KPK Diberi Sanksi Teguran Tertulis Karena Tak Laporkan Kasus Pegawai Curi Emas

"Benar, dilakukan konfirmasi langsung ke saudara IGAS dengan disaksikan oleh pegawai lain dan saat itu pun memang yang bersangkutan mengakui dan menyatakan tindakan tersebut adalah sepenuhnya inisiatif pribadi karena terlilit hutang," jelasnya.

Ke depan, Mukti memastikan kejadian tersebut menjadi pembelajaran dan evaluasi kinerja bagi Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi untuk lebih profesional.

Sebelumnya, Dewas KPK menjatuhi hukuman enam bulan terhadap Mungki Hadipratikto.

"Kepada saudara terperiksa yaitu saudara Mungki, dijatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis dua dengan masa berlaku hukuman selama enam bulan," ucap Anggota Dewas KPK Albertina Ho dalam jumpa pers virtual, Jumat (23/7/2021).

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas