Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Perbedaan TV Analog dan TV Digital, Bagaimana Jika Tidak Menggunakan TV Digital?

Perbedaan TV Analog dan Digital. Ini yang harus dilakukan agar dapat menonton TV apabila tidak beralih ke TV Digital.

Perbedaan TV Analog dan TV Digital, Bagaimana Jika Tidak Menggunakan TV Digital?
Istimewa
Sosialisasi pelaksanaan digitalisasi penyiaran dan penghentian siaran televisi analog secara bertahap bersama pelaku lembaga penyiaran, perwakilan lembaga survei, pelaku industri perangkat Set Top Box (STB) dan televisi digital, asosiasi industri iklan televisi, pelaku industri ritel, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat dan Daerah, dan Balai Monitoring serta Loka Monitoring yang digelar secara luring di Jakarta, Rabu (23/6/2021). - Ini yang harus dilakukan agar dapat menonton TV apabila tidak beralih ke TV Digital. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut adalah perbedaan antara TV analog dan TV digital.

Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengamanatkan penghentian penyiaran analog dan migrasi ke penyiaran digital (Pasal 72 angka 8, sisipan Pasal 60A Undang-undang Penyiaran).

Oleh sebab itu masyarakat diharapkan beralih ke TV Digital.

Apabila tidak segera migrasi ke TV Digital, tidak akan bisa menikmati tayangan di TV.

Namun, pengguna TV analog tidak harus mengganti TV analognya menjadi TV digital.

Mereka cukup membeli/memasang set top box (STB) DVB-T2 untuk menikmati siaran TV digital di Indonesia.

Baca juga: Tanggulangi Pandemi, Menkominfo Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Ruang Digital

Mengutip laman Kominfo, Tahap satu penghentian siaran analog atau analog switch off (ASO) dijadwalkan paling lambat 17 Agustus 2021.

Di tahap satu, layanan yang dimatikan di sebagian wilayah Aceh (Kab. Aceh Besar, Kota Banda Aceh), Kepulauan Riau (Kab. Bintan, Kab. Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang), Banten (Kab. Serang, Kota Cilegon, Kota Serang), Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang), Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kota Tarakan, Kab. Nunukan).

Sementara tahap kedua akan dilakukan pada 31 Desember 2021.

Pulau Jawa sebagian besar dijadwalkan masuk ASO tahap kedua.

Halaman
1234
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas