Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Minta 'Kampus Tua' Untuk Remajakan Diri

Kepada pada rektor, Jokowi pun mengingatkan, hybrid knowledge dan hybrid skill sangat dibutuhkan di segala jenis profesi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Jokowi Minta 'Kampus Tua' Untuk Remajakan Diri
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi 

"Korbannya bukan hanya para alumni yang gagap menyongsong masa depan, tetapi juga perguruan tinggi tidak mampu membangun relevansi dalam dunia yang sedang terdisrupsi," tutur dia.

Jokowi menyadari saat ini merupakan era di mana terjadi sejumlah perubahan. Apalagi sejak pandemi Covid-19 melanda, terjadi perubahan yang sifatnya disruptif.

"Pandemi Covid-19 merupakan rangkaian serial disrupsi, menambah disrupsi yang sebelumnya dipicu revolusi industri 4.0. Perubahan lanskap sosial budaya, perubahan lanskap ekonomi, perubahan lanskap politik mengalami perubahan besar akibat revolusi industri 4.0," jelasnya.

"Disrupsi sekarang ini memberikan kesempatan kepada pendatang baru, kepada yang remaja untuk mendahului yang lama yang terbebani dengan cara-cara lama," ungkapnya

Jokowi pun meminta pihak kampus bisa menyesuaikan dengan semua perubahan tersebut. Sehingga baik mahasiswa hingga dosen dapat memanfaatkan perubahan itu dengan baik, khususnya dalam proses belajar mengajar.

Sementara bicara soal proses belajar mengajar, Jokowi kemudian menyinggung program pemerintah yaitu Kampus Merdeka.
"Mahasiswa bisa belajar kepada siapa saja, di mana saja yang dirasa penting untuk mempersiapkan masa depan mereka dan masa depan bangsa. Mahasiswa harus di-update dan perkembangan terkini dan perkembangan ke depan," tuturnya.

Jokowi menyebut banyak pengetahuan dan keterampilan yang menjadi tidak relevan atau usang karena distrupsi. Sementara di sisi lain, banyak pengetahuan baru yang bermunculan, yang dikembangkan oleh lembaga peneliti dan praktisi yang barangkali belum sempat dibukukan. "Banyak jenis pekerjaan yang hilang karena distrupsi, tetapi juga banyak pekerjaan baru yang bermunculan di masa kini dan masa yang akan datang karena distrupsi," ujarnya.(tribun network/fik/dod)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas