Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wapres Ma'ruf Amin Ungkap 4 Bidang yang Jadi Fokus dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Wakil Presiden Maruf Amin memaparkan strategi dan tantangan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah yang berfokus pada empat bidang.

Wapres Ma'ruf Amin Ungkap 4 Bidang yang Jadi Fokus dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah
BPMI Setwapres
Wapres Maruf Amin 

Dalam skala besar, tambah Wapres, langkah yang diambil pemerintah adalah menggabungkan tiga bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Baca juga: Soal Julukan dari Mahasiswa untuk Jokowi, Maruf, dan Puan, Pengamat: Itu tidak Berlebihan

“BSI diharapkan tidak hanya menjangkau usaha menengah dan besar, tetapi juga usaha kecil, mikro, dan ultramikro,” jelasnya.

Seiring dengan langkah strategis tersebut, pemerintah juga terus mendorong pengembangan lembaga keuangan berskala kecil.

“Pemerintah juga ingin memperbanyak pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM), Baitul Maal wa Tamwil (BMT), Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), dan koperasi syariah, termasuk dukungan pengembangannya,” tuturnya.

Fokus ketiga yakni pengembangan dana sosial syariah, salah satunya diupayakan dengan transformasi wakaf.

Baca juga: Eddy Soeparno Ungkap PAN Gagal Dukung Jokowi-Maruf Karena Ditentang Amien Rais

“Kita lebih akrab dengan sedekah, infak, dan donasi umum yang lebih praktis. Bahkan, kalau pun ada wakaf, baru untuk masjid, madrasah, dan kuburan,” ujar Wapres.

“Saya berharap, pada era kekinian, aset wakaf bisa berupa aset bergerak, seperti saham, surat berharga, deposito syariah, bahkan dana yang disimpan di rekening wakaf. Selama aset pokoknya tidak berkurang dan yang dibagikan adalah hasil pengembangannya,” katanya.

Pemerintah bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) berupaya untuk melakukan perbaikan terhadap tata kelola lembaga wakaf agar wakaf ini dapat dipercaya masyarakat karena bersifat dana abadi umat.

“Tugas pemerintah bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), mendorong dan memastikan perbaikan tata kelola lembaga wakaf agar dana yang dihimpun memenuhi kaidah-kaidah wakaf dan tidak disalahgunakan karena wakaf tersebut bersifat dana abadi umat yang jumlah pokoknya tidak boleh berkurang, tetapi manfaatnya terus berkembang,” katanya.

Fokus keempat, yaitu pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas