Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Terjadi Kebakaran Hutan di Lereng Akibat Semburan Lava Pijar Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Karhutla tersebut berlokasi di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Terjadi Kebakaran Hutan di Lereng Akibat Semburan Lava Pijar Erupsi Gunung Ile Lewotolok
dok.
Semburan lava pijar erupsi Gunung Ile Lewotolok memicu kebakaran hutan dan lahan di Lembata, NTT. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Lontaran lava pijar erupsi Gunung Ile Lewotolok menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar lereng.

Karhutla tersebut berlokasi di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Informasi tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Lembata pada hari ini, Kamis (29/7/2021).

Menghadapi api yang membakar kawasan hutan dan lahan di lereng gunung, pemerintah daerah telah melakukan upaya pemadaman api sejak dini.

Namun demikian, kini api belum dapat dikendalikan sepenuhnya hingga saat ini. Api sulit dipadamkan karena petugas yang dibantu masyarakat setempat hanya menggunakan peralatan manual. 

Baca juga: 250 Menara Pemantau Dibangun Cegah Karhutla di Daerah Rawan

“Keterbatasan peralatan pendukung dan kendala fisik di lapangan, termasuk titik-titik api tersebut masih berada dalam kawasan rawan bencana, radius 3 km dari puncak gunung,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali dalam siaran pers BNPB.

Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi 2 Kali Hari Ini, Durasi Setengah Jam

Pemerintah Kabupaten Lembata telah meminta dukungan dari BPBD Provinsi NTT untuk melakukan pemadaman udara dengan helikopter.

Pemerintah kabupaten mengharapkan dengan pengeboman air atau _water-bombing_, pemadaman dapat dilakukan dengan efektif tanpa risiko korban jiwa mengingat lokasi berada pada radius berbahaya erupsi gunung api. 

Baca juga: Seharian Kemarin Merapi Kembali Batuk, Luncurkan 15 Kali Guguran Lava Pijar

"Menyikapi situasi tersebut, Kepala BNPB telah memerintahkan jajarannya untuk menggerakkan helikopter _water-bombing_ untuk membantu pemadaman dan mencegah potensi kejadian serupa mengingat kondisi Gunung Ile Lewotolok masih aktif," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas