Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pendidikan Tinggi Punya Peran Signifikan Dalam Pengembangan Riset dan Inovasi

Pendidikan tinggi memiliki peranan penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) tanah air.

Pendidikan Tinggi Punya Peran Signifikan Dalam Pengembangan Riset dan Inovasi
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, dalam webinar bertajuk Organisasi Riset dan Inovasi Bagi Kemajuan Iptek, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendidikan tinggi memiliki peranan penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) tanah air.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) mendorong adanya penguatan koordinasi maupun integrasi kegiatan riset dan inovasi, termasuk dengan perguruan tinggi.

Perlu diketahui, UU tersebut selama ini menjadi acuan bagi para pelaku riset dan inovasi untuk memperbaiki ekosistem penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

"Kalau melihat Undang-undang Sisnas Iptek, sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Undang-undang itu adalah adanya Kemenristek Dikti yang lebih kuat di dalam melakukan koordinasi maupun integrasi kegiatan riset dan inovasi," ujar Bambang, dalam webinar bertajuk 'Organisasi Riset dan Inovasi Bagi Kemajuan Iptek', Selasa (3/8/2021).

Ia pun kembali menegaskan bahwa ada kata pendidikan dalam UU tersebut.

Baca juga: Kejahatan Makin Canggih, Jokowi Minta Polri Kuasai Iptek

Jika disinggung mengenai kegiatan riset dan inovasi, maka tingkat pendidikan yang memiliki kompetensi untuk melakukan kegiatan itu adalah pendidikan tinggi.

"Kenapa saya mengatakan begitu?karena kalau dibaca lebih mendetail mengenai Undang-undang tersebut, ada kata pendidikan di situ, dan tingkat pendidikan yang sejalan dengan kegiatan riset dan inovasi pastilah pendidikan tinggi," jelas Bambang.

Di tingkat pendidikan tinggi, penelitian (riset) pun biasanya dilakukan sebelum melahirkan inovasi.

Banyak peneliti yang 'lahir' dari perguruan tinggi (universitas) yang merupakan bagian dari pendidikan tinggi.

Baca juga: Prabowo ke Mahasiswa Unhan: Kuasa Iptek Kunci Kesejahteraan Manusia

Menariknya, kegiatan penelitian erat kaitannya dengan pengembangan masyarakat, karena banyak pula riset yang menghasilkan inovasi dan akhirnya digunakan oleh masyarakat.

"Karena saya juga guru besar di UI (Universitas Indonesia), yang namanya universitas atau pendidikan tinggi itu kan ada tridarma. Di mana pendidikan itu salah satunya, nomor duanya itu penelitian dan ketiga itu pengembangan masyarakat," kata Bambang.

Bambang kembali menekankan bahwa kaitan antara penelitian dan pengembangan masyarakat inilah yang membuat aspek penelitian di pendidikan tinggi menjadi faktor yang berperan penting dalam pengembangan riset dan inovasi.

"Nah yang kedua dan ketiga ini boleh dibilang saling berkaitan satu sama lain, dan artinya memang porsi yang terkait penelitian di pendidikan tinggi itu sangat signifikan ya, meskipun tidak bisa dibantah bahwa itu adalah lembaga pendidikan," ujar Bambang.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas