Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Perlu Antisipasi Tantangan Ekonomi Dua Kuartal ke Depan

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 patut disyukuri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pemerintah Perlu Antisipasi Tantangan Ekonomi Dua Kuartal ke Depan
Istimewa
Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah. 

Pertama yakni penerapan PPKM Darurat untuk menekan lonjakan Covid-19 yang berimbas pada pelambatan ekonomi.

Said memprediksi, kebijakan ini berdampak pelambatan ekonomi di kuartal III 2021.

Baca juga: Ketidakpastian Ekonomi Tinggi, IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sekitar 3,9 Persen

"Pada kuartal III 2021 saya memperkirakan ekonomi kita akan masuk ke level kontraksi 1,7–2 persen," katanya.

Agar ekonomi Indonesia tidak terkontraksi terlalu dalam di kuartal III, Said meminta pemerintah disiplin mencapai target penurunan Covid-19 dengan kebijakan PPKM ini.

Efektivitas penerapan PPKM harus ditingkatkan sehingga tidak berlangsung lama.

Keberhasilan pengendalian Covid-19 dan tidak diperpanjangnya PPKM, ia memprediksi kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke zona positif pada kisaran 4,7 -5,2 persen.

Tantangan berikutnya kata Politikus PDIP tersebut yakni terkontraksinya sektor pertanian atau pangan sebesar 8,16 persen.
Kondisi tersebut diperparah dengan penyebaran Covid-19 yang terjadi hingga ke desa-desa.

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi ini kata dia akan menimbulkan efek ganda.

Pertama, akses layanan kesehatan di desa tidak sebanyak di kota, yang berakibat tingkat fatalitas akibat Covid-19 lebih tinggi.
Kedua, terganggunya suplai pangan nasional.

"Kedua hal ini perlu segera diantisipasi," katanya.

Selain itu, pemerintah ke depan harus mengefektifkan program bantuan sosial, khususnya untuk keluarga miskin.

Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terkontraksinya konsumsi rumah tangga.

Sementara itu untuk lapisan menengah ke atas, pemerintah perlu mendorong kebijakan insentif perpajakan.

"Agar tingkat konsumsi rumah tangga terjaga dengan baik di zona positif pada kuartal berikutnya," ujarnya.

Pemerintah juga kata dia perlu mengantisipasi permasalahan yang dapat mengganggu ekspor/impor, seperti Pungli, kelangkaan peti kemas, serta layanan Customs Excise Information System and Automation (CEISA) pada Ditjen Bea Cukai.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas