Tribun

Kompolnas Nilai Kasus YouTuber Muhammad Kece Tak Bisa Diselesaikan Secara Restorative Justice 

ompolnas menilai kasus dugaan penistaan agama YouTuber Muhammad Kece tidak bisa diselesaikan oleh restorative justice, ini alasannya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
Kompolnas Nilai Kasus YouTuber Muhammad Kece Tak Bisa Diselesaikan Secara Restorative Justice 
screenshot
Tangkapan layar akun YouTube Muhammad Kece yang Dikecam MUI akibat menistakan agama islam/YouTube Muhammad Kece 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kompolnas menilai kasus dugaan penistaan agama YouTuber Muhammad Kece tidak bisa diselesaikan oleh restorative justice.

Dengan kata lain, proses hukum kasus ini bisa berjalan terus ke persidangan.

Hal itu sesuai dengan Surat edaran Kapolri nomor SE/2/II/2021 tertanggal 19 Februari 2021. Surat mengatur tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif.

Baca juga: Polri Tanggapi Kekhawatiran Kasus YouTuber Muhammad Kece Menguap Tak Ada Kelanjutan

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menilai SE Kapolri itu menyatakan bahwa pelanggaran UU ITE yang berpotensi dapat memecah belah bangsa tidak bisa diselesaikan secara restorative justice.

"Jika melihat SE Kapolri Jendral Listyo Sigit, untuk kasus yang berpotensi memecah belah tidak bisa dilakukan restorative justice," kata Poengky saat dikonfirmasi, Selasa (24/8/2021).

Selain SE Kapolri, aturan tersebut juga sesuai dengan regulasi Undang-Undang ITE dan KUHP.

Sebaliknya, Polri juga bisa menganalisa dari norma hukum internasional.

"Dalam melakukan penyelidikan, polisi juga dapat menganalisa dengan bantuan norma hukum internasional Rabat Plan of Action," ungkapnya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Benda Diduga Bom di Bekasi, Polisi: Ada Paku, Kabel Tapi Tak Ada Alat Pemicu

Atas dasar itu, pihaknya menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses penyelidikan. Apalagi, YouTuber Muhammad Kece ini telah banyak dilaporkan oleh sejumlah masyarakat

"Kita tunggu, Polri masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk Kementerian Kominfo. Beberapa laporan kasus disatukan dan ditangani Bareskrim untuk memudahkan," tukas dia.

  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas