Tribun

Dua Eks Pejabat Bakamla Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Proyek BCSS Rp63,8 Miliar

Leni Marlena, dan anggota koordinatornya, Juli Amar Ma'ruf masing - masing divonis 2 tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Dua Eks Pejabat Bakamla Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Proyek BCSS Rp63,8 Miliar
Ist
Dua Eks Pejabat Bakamla Divonis 2 Tahun Penjara Usai Terlibat Korupsi Proyek BCSS Rp63,8 Miliar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) Leni Marlena, dan anggota koordinatornya, Juli Amar Ma'ruf masing - masing divonis 2 tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Juli Amar Ma'ruf dan Leni Marlena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama - sama, dalam perkara pengadaan Backbone Coastal Surveillance System (BCSS) atau perangkat pemantau perairan, tahun anggaran 2016. Atas perbuatan keduanya, keuangan negara merugi Rp63,8 miliar.

"Menyatakan terdakwa Juli Amar Maruf telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama - sama sebagaimana dalam dakwaan primer penuntut umum," kata hakim membaca amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2021).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar akan diganti pidana kurungan selama 3 bulan," lanjutnya.

Selain pidana dan denda, Juli Amar Ma'ruf dan Leni juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp4 juta untuk Juli Amar Ma'ruf, dan Rp3 juta untuk Leni Marlena.

Baca juga: 2 Eks Pejabat Bakamla Dituntut 4 Tahun Bui Atas Kasus Korupsi Pengadaan Perangkat Pemantau Perairan

Jika keduanya tak sanggup membayar, maka harta benda yang bersangkutan akan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

Dalam hal harta benda keduanya tak punya harta cukup guna menutupi pembayaran uang pengganti, maka keduanya dijatuhi pidana penjara selama 1 bulan.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada terdakwa Rp4 juta, bila tidak diganti maka harta bendanya di lelang untuk menutupi uang pengganti," ucap hakim. 

"Kemudian bila terdakwa tidak mempunyai harta benda cukup untuk menutupi uang pengganti tersebut maka diganti pidana penjara selama 1 bulan," sambungnya.

Adapun hal yang meringankan vonis yakni keduanya bersikap sopan di persidangan, serta belum pernah dihukum dalam tindak pidana lain.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas