Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Koalisi Pendukung Jokowi

Ditinggal PAN, Politisi Demokrat Bantah Ada Rencana Konsolidasi PD dan PKS untuk 2024

Politisi Partai Demokrat Anwar Hafid bicara soal komposisi partai oposisi pemerintah yang saat ini tersisa dua yakni Partai Demokrat (PD) dan Partai K

Ditinggal PAN, Politisi Demokrat Bantah Ada Rencana Konsolidasi PD dan PKS untuk 2024
Dok. Anwar Hafid
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Anwar Hafid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Anwar Hafid bicara soal komposisi partai oposisi pemerintah yang saat ini tersisa dua yakni Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Anwar mengatakan saat ini pihaknya belum membicarakan soal rencana konsolidasi dengan PKS untuk 2024.

"Ketum Mas AHY selalu mengatakan hari ini Partai Demokrat konsen membantu pemerintah menyelamatkan bangsa dan negara dari pandemi," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (30/8/2021)

Karena itulah, Anggota Komisi II DPR RI itu menegaskan belum ada langkah pertemuan antara Demokrat dan PKS dalam waktu dekat.

"Ketum AHY selalu menyampaikan kepada kami jangan terpengaruh dengan riak-riak politik apa pun, tapi kita fokus hari ini membantu pemerintah untuk mengatasi pandemi," pungkasnya.

Baca juga: Bila Masuk Koalisi Jokowi, PAN Diprediksi Dapat Jatah 1-2 Kursi Menteri

Diketahui, saat ini komposisi partai koalisi di pemerintah bertambah gemuk usai masuk Partai Amanat Nasional (PAN).

Hal tersebut diketahui usai Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan pimpinan Partai Politik koalisi pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (25/8/2021) lalu.

Pertemuan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh Ketum dan Sekjen Parpol koalisi pemerintah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nasdem Johnny Plate mengatakan bahwa yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodwijk Paulus, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, dan Ketum PPP Suharso Manoarfa dan Sekjen Arwani Thomafi.

"Tadi siang di mulai jam 3 sore telah dilakukan pertemuan reguler presiden Bapak Joko Widodo dengan ketua umum dan Sekjen partai koalisi Indonesia maju yang bertempat di Istana Negara," kata Plate, di Rumah Dinas Widya Chandra, Jakarta, Rabu, (25/8/2021).

Selain partai koalisi Jokowi-Ma'ruf, juga hadir Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno. Kehadiran mereka kata Plate sebagai partai baru yang masuk koalisi pemerintah.

"Sahabat baru koalisi, Ketua Umum PAN,  Bapak Zulkifli Hasan dan didampingi oleh Sekjen bapak Eddy Soeparno, sahabat baru kami dalam koalisi,"katanya.

Kehadiran PAN di koalisi, kata Plate semakin memperkaya gagasan dan pandangan serta ide baru dalam rangka melanjutkan pemerintahan dan mengisi demokratisasi di Indonesia.

Sementara itu Sekjen PAN Eddy Soeparno memilih untuk tidak berkomentar saat ditanya mengenai kehadiran PAN dalam pertemuan tersebut. Menurutnya kehadiran PAN akan dijelaskan oleh Sekjen partai lain.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas