Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BSSN: Tidak Ada Kebocoran Data Pengguna e-HAC

Dugaan kebocoran data 1,3 juta pengguna Electronic Health Alert (e-HAC) milik Kementerian Kesehatan menyedot perhatian publik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in BSSN: Tidak Ada Kebocoran Data Pengguna e-HAC
inahac.kemkes.go.id
e-HAC di Laman inahac.kemkes.go.id dan Aplikasi EHAC Indonesia (inahac.kemkes.go.id) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dugaan kebocoran data 1,3 juta pengguna Electronic Health Alert (e-HAC) milik Kementerian Kesehatan menyedot perhatian publik.

Dalam konferensi pers progres investigasi, Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Anton Setiawan menyebut yang terjadi kini bukan terkait dengan kebocoran data.

"1,3 juta itu tidak bocor ya. Teman-teman di vpnMentor menemukan celah yang orang bisa mengambil data tersebut dan itu sudah diverifikasi oleh BSNN. Hal itu kalau tidak ditutup maka celah tersebut akan bisa digunakan," ungkap Anton dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Pemerintah Sebut Data Pengguna e-HAC Aman dan Tersimpan Baik

Anton mengatakan setelah menerima laporan itu, pihaknya dibantu sejumlah pihak melakukan verifikasi.

"Tetapi sampai saat ini tidak ada data yang bocor. Ini merupakan bagian dari proses kalau di keamanan cyber kita mengenalnya sebagai treat information sharing, di mana pihak-pihak yang mempunyai concern keamanan siber saling bertukar informasi," kata Anton.

Sehingga pemerintah melakukan tindak lanjut terhadap informasi kerentanan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi data-data yang ada masih tetap tersimpan dengan baik. Informasi ini sebagai bagian dari mitigasi risiko untuk melakukan langkah pencegahan," jelas Anton.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas