Tribun

Banyak Ketua Parpol Puji Kinerja Jokowi Tangani Pandemi, Abdul Rachman Thaha Pertanyakan Etika

Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha turut mengomentari soal pujian yang diberikan para Ketua Partai Politik Koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Banyak Ketua Parpol Puji Kinerja Jokowi Tangani Pandemi, Abdul Rachman Thaha Pertanyakan Etika
BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/08/2021). (Foto: BPMI Setpres/Rusman) 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha turut mengomentari soal pujian yang diberikan para Ketua Partai Politik Koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Rabu (25/08/2021) lalu.

Abdul Rachman Thaha lantas mempertanyakan di mana etika para tokoh pemimpin politik tersebut.

Pasalnya menurut Abdul, etika bertindak-tanduk para pemimpin parpol telah tercecer.

Bahkan Abdul menilai, pertemuan Jokowi di Istana bersama partai koalisinya seolah menyimpulkan bahwa oligarki politik semakin menjadi-jadi.

Baca juga: Pengamat Politik Sebut Pujian Prabowo untuk Presiden Jokowi Layaknya Narasi Hampa

"Etika bertindak-tanduk selaku tokoh-tokoh pemimpin politik sudah tercecer sedemikian rupa. Pertemuan di Istana, tempat Jokowi menyambut para tamu koalisi dengan kapasitas sebagai presiden, seolah menguatkan simpulan banyak pihak bahwa oligarki politik semakin menjadi-jadi di negeri ini," kata Abdul dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Kamis (2/9/2021).

Lebih lanjut Abdul juga mempertanyakan, kepada siapa sebenarnya kesolidan Jokowi bersama partai koalisinya ditunjukkan.

Karena jika kesolidan tersebut ditunjukkan kepada partai oposisi, maka tidaklah relevan.

Baca juga: POPULER NASIONAL Jokowi Soroti Angka Kematian Covid | Kata Demokrat soal Pimpinan Parpol Puji Jokowi

Mengingat kini partai oposisi hanya tinggal dua, PKS dan Demokrat, setelah PAN resmi bergabung dengan koalisi.

"Lantas, saya pun bertanya-tanya, show off "kesolidan" antara Presiden Jokowi dan sebatas para parpol pendukungnya itu ditujukan kepada siapa? Tidak relevan jika ditujukan ke parpol oposisi, mengingat hanya ada dua parpol yang berseberangan dengan penguasa."

"Ditambah DPD RI yang terus berikhtiar merepresentasikan rakyat dengan sesungguhnya, jumlah mereka tetap kalah dibandingkan para parpol yang hadir di Istana," terang pria yang kerap disapa ART ini.

Baca juga: Banyak Pimpinan Parpol Puji Kinerja Jokowi Tangani Pandemi, Ini Reaksi Demokrat

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas