Tribun

Virus Corona

Masyarakat yang Belum Terima Bansos Bisa Lapor Via Aplikasi 'Cek Bansos'

Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan sosial (bansos) terdampak pandemi covid-19 kini bisa melapor melalui fitur 'Usul dan Sanggah' di aplikasi

Editor: Johnson Simanjuntak
Masyarakat yang Belum Terima Bansos Bisa Lapor Via Aplikasi 'Cek Bansos'
YouTube.com/Kemensos RI
Tangkapan layar Aplikasi Cek Bansos Kemensos. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan sosial (bansos) terdampak pandemi covid-19 kini bisa melapor melalui fitur 'Usul dan Sanggah' di aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Kepala Biro Humas Kemensos Hasyim mengatakan melalui fitur Usul dan Sanggah, masyarakat bisa melapor bila dirinya belum terdata sebagai penerima bansos. 

Tak hanya itu, masyarakat juga bisa menyampaikan bila mengetahui ada orang yang mestinya tidak layak, tapi menerima bansos.

"Jadi, bisa langsung sampaikan di Usul atau Sanggah dalam fitur Cek Bansos," kata Hasyim, dalam pernyataannya, Senin(6/9/2021).

Hasyim mengatakan, inovasi pengaduan secara digital diharapkan bisa membantu pendataan masyarakat penerima bansos. 

Baca juga: Ketika Risma Ngamuk soal Penyaluran Bansos, Bank BUMN Ramai-ramai Berikan Penjelasan

Kalau merujuk Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, verifikasi data penerima bansos menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui RT, RW, desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota. 

Kenyataan di lapangan, pendataan masyarakat yang layak menerima bansos bukan pekerjaan mudah. 

Salah satu tantangan adalah kondisi geografis setiap daerah yang berbeda-beda. 

Belum lagi bicara kesadaran masyarakat. 

"Tidak mudah menyadarkan orang untuk menggantikan ke yang semestinya menerima bansos. Sehingga berbagai pendekatan dilakukan. Untuk memasukkan mereka yang belum menerima juga tidak mudah. Data harus sesuai dengan Dukcapil," ujar Hasyim.

Karena itu, penting ada verifikasi dari pemda dan Kemensos. 

Sejauh ini, menurut Hasyim, pemda sudah menyadari pentingnya pemutakhiran data penerima bansos.

"Tetapi memang kendala teknis itu kan banyak. Masalah sumber daya manusia dan lain-lain. Sehingga memang memerlukan kesabaran. Berbagai macam persoalan dan kendala kita hadapi bersama," katanya.

Pemerintah terus mendistribusikan jaring pengaman sosial seiring perpanjangan kebijakan PPKM. 

Bantuan sosial diharapkan bisa meringankan beban masyarakat. September ini, berbagai macam bansos akan cair.

BLT BPJS Ketenagakerjaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) alias BLT BPJS Ketenagakerjaan tahap 3 dijadwalkan akan cair awal September untuk 1,5 juta pekerja calon penerima subsidi upah. 

Kemudian bantuan tunai untuk 10 juta keluarga paling rentan atau paling miskin yang masuk dalam program Program Keluarga Harapan (PKH). 

Diskon listrik juga kembali cair. Insentif ini diperpanjang sampai Desember. 

Bantuan paket kuota data internet periode September-November. 

Besaran kuota internet yang didapat bervariasi sesuai jenjang pendidikan. 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan program bantuan UKT atau Uang Kuliah Tunggal hingga Rp2,4 juta setiap mahasiswa.(Willy Widianto)
 

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas