Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

KPU Waspadai Varian Baru Virus Corona Jelang Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024

Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 bisa jadi peluang meningkatkan derajat demokrasi elektoral di tengah pandemi Corona.

KPU Waspadai Varian Baru Virus Corona Jelang Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024
TRIBUNNEWS/Jeprima
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra saat memberikan kata sambutan pada acara soft launching program desa peduli pemilu dan pemilihan di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2021). Menghadapi pemilu dan pemilihan serentak 2024, KPU RI memformulasikan program desa peduli pemilu dan pemilihan yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam proses pemilu maupun pemilihan tumbuh dan berkembang mulai dari desa/kelurahan/kampung. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemunculan varian baru virus corona menjadi salah satu variabel yang diwaspadai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI jelang diselenggarakannya pesta demokrasi Pemilu Umum (Pemilu), Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Apalagi jika kemudian muncul varian baru virus corona yang punya penularan lebih tinggi daripada varian Delta.

Komisioner KPU RI Viryan Azis mengatakan, untuk menghadapi Pemilu, Pilpres, dan Pilkada Serentak 2024, KPU berencana mengadopsi semua kebijakan yang dinilai berhasil yang diterapkan di Pilkada Serentak 2020.

"Secara ringkas, apa yang sudah berhasil diterapkan di Pilkada 2020, itu akan kami terapkan kembali," kata Viryan dalam diskusi daring bertajuk 'Langkah Kesiapan serta Antisipasi Penyelenggara Menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024 dalam Skenario Pandemi Covid-19', Kamis (9/9/2021).

Namun kata dia, jika jelang Pemilu dan Pilpres yang akan berlangsung sekitar 2,5 tahun lagi itu muncul varian baru virus corona yang lebih berbahaya dari varian delta, maka penyelenggara pemilu dan pemerintah perlu mengambil kebijakan baru yang berbeda dari Pilkada Serentak 2020.

"Hal lain, bisa jadi dengan modal yang sudah kita lakukan, efektivitas demokrasi elektoral di masa pandemi bisa makin tinggi. Kecuali ada varian baru yang lebih membahayakan dari varian delta, yang tingkat serangnya daya rusaknya sangat tinggi. Itu kondisinya tentu sangat berbeda," kata Viryan.

"Itu variabel yang kita perhatikan, selebihnya kalau tidak, kita bisa berharap ini bisa kita mitigasi dengan cara yang sudah ada. Terlebih lagi herd immunity terwujud sehingga kita bisa fokus ke aspek elektoral semata," terang dia.

Baca juga: KPU: Pelaksanaan Pemilu 2024 Bisa Jadi Peluang Meningkatkan Derajat Demokrasi Elektoral

Viryan mengatakan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 bisa jadi peluang meningkatkan derajat demokrasi elektoral di tengah pandemi Corona.

Apalagi para penyelenggara pemilu sudah punya modal yakni pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 kemarin.

"Jadi meski kita punya modalitas yang bagus di 2020, tapi kita punya peluang meningkatkan kembali derajat demokrasi elektoral di masa pandemi karena sudah punya pengalaman di 2020," kata Viryan.

Halaman
123
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas