Tribun

KPU Waspadai Varian Baru Virus Corona Jelang Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024

Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 bisa jadi peluang meningkatkan derajat demokrasi elektoral di tengah pandemi Corona.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
KPU Waspadai Varian Baru Virus Corona Jelang Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024
TRIBUNNEWS/Jeprima
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra saat memberikan kata sambutan pada acara soft launching program desa peduli pemilu dan pemilihan di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2021). Menghadapi pemilu dan pemilihan serentak 2024, KPU RI memformulasikan program desa peduli pemilu dan pemilihan yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam proses pemilu maupun pemilihan tumbuh dan berkembang mulai dari desa/kelurahan/kampung. Tribunnews/Jeprima 

Ia menjelaskan, penyelenggara pemilu khususnya KPU bisa meningkatkan mekanisme kampanye daring.

Mengingat kampanye daring kian bergeliat di masa pandemi. Salah satunya pemanfaatan aplikasi zoom meeting yang kian lumrah digunakan. Sehingga bisa jadi salah satu sarana sebagai media berkampanye.

"Apa yang bisa kita tingkatkan, pertama mungkin mekanisme kampanye. Kampanye daring akan semakin meningkat, budaya zoom ini sekarang sudah luar biasa," ucapnya.

"Kita sudah bisa mengekfektifkan kampanye secara digital, ada ruang yang bisa kita maksimalkan. Kemudian bagaimana meminimalisir sentuhan antara pemilih dan petugas. Untuk kegiatan coklit bisa juga menggunakan Sicoklit (Sistem Informasi Pencocokan Dan Penelitian)," terang Viryan.

KPU sendiri mengusulkan pencoblosan Pemilu dan Pilpres 2024 digelar pada 21 Februari 2024. Sementara Pilkada Serentak 2024 diusulkan digelar pada 27 November 2024.

Ketua KPU Ilham Saputra berharap jadwal pencoblosan suara Pemilu Serentak Tahun 2024 itu bisa segera ditetapkan oleh DPR dan Pemerintah.

"Akan lebih baik jika persetujuan untuk menetapkan pemilihan dan pemilu ini bisa dipercepat sebetulnya. Karena memang banyak sekali hal yang perlu kita persiapkan," kata Ilham dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR yang disiarkan secara daring, Senin (6/9/2021).

"Walaupun kalau kita lihat dari perhitungan kita kita start untuk persiapan peraturan perundang-undangan, itu akan kita laksanakan pada bulan Januari (2022)," lanjut dia.

Ilham kemudian mengungkap alasan mengapa pihaknya mengusulkan pemilu serentak tahun 2024 dilaksanakan pada 21 Februari 2024.

Kata dia, hal itu dilakukan salah satunya untuk memberikan waktu memadai menyelesaikan sengketa serta penetapan hasil pemilu dengan jadwal pencalonan pemilihan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas