Tribun

Menkominfo: Keterampilan Digital Ciptakan Masyarakat Lebih Produktif

Pandemi Covid mengubah cara kerja baik di Pemerintahan dan sektor lainnya, butuh transformasi digital sebagai sarana mendukung kecepatan dalam bekerja

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
Menkominfo: Keterampilan Digital Ciptakan Masyarakat Lebih Produktif
Istimewa
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate saat Pembukaan Program Digitalisasi Leadership Academy (DLA) Tahun 2021 melalui siaran YouTube Kemkominfo TV, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, bahwa pandemi Covid-19 banyak mengubah cara kerja baik di Pemerintahan maupun sektor lainnya.

Maka, ia menilai bahwa dibutuhkannya transformasi digital sebagai sarana mendukung kecepatan dalam bekerja.

Hal itu disampaikan Johnny G. Plate dalam  Pembukaan Program Digitalisasi Leadership Academy (DLA) Tahun 2021 melalui siaran YouTube Kemkominfo TV, Senin (13/9/2021).

"Jadi bersamaan dengan pandemi Covid-19 saat ini, telah menciptakan suatu momentum yang memposisikan transformasi digital tidak lagi sebagai suatu pilihan melainkan sebagai suatu keharusan" kata Johnny.

Baca juga: Situs Palsu PeduliLindungi Beredar di Masyarakat, Ini Kata Kemenkominfo

Johnny juga menyebut, jika laju arus digitalisasi yang terjadi begitu cepat, memacu organisasi publik dan privat di seluruh dunia melakukan perubahan yang dapat dimulai dari titik kepemimpinan digital di organisasi tersebut.

Pasalnya, kepemimpinan digital ini mencakup proses penyusunan strategi pengembangan antar pemangku kepentingan, kompetensi teknis di bidang digital serta penciptaan budaya pola pikir.

"Keterampilan digital menciptakan masyarakat yang lebih produktif dalam memanfaatkan teknologi digital," tambahnya.

Baca juga: Menkominfo: Masker dan Vaksinasi Kunci Menuju Hidup Bersama Covid-19

Meski begitu, Johnny menyadari sejumlah kendala yang dihadapi dalam percepatan transformasi digital.

Ia pun mengungkapkan sebuah studi di dunia yang memaparkan jika para pemimpin eksekutif di antaranya 70 persen organisasi melaporkan bahwa pemimpin mereka tidak cukup memahami tantangan era digital yang diemban oleh posisi kepemimpinan milik mereka.

Lalu, 60 persen organisasi memiliki kepemimpinan yang kurang mengisikan waktu cukup serta masih terpaku pada dampak jangka pendek dalam mewujudkan inisiatif digital.

Baca juga: Menkominfo: Dijamin Aman, Segera Unduh Aplikasi PeduliLindungi

Serta, 50 persen organisasi memiliki kepemimpinan yang lebih berfokus pada pendapatan saat ini dan pada keuntungan dimasa depan. 

Termasuk  tidak memiliki kemimpinan yang dinamis dan tangkas dalam memutuskan dan mewujudkan peluang digital.

"Sebanyak 40 persen organisasi memandang pemimpin mereka hanya melihat digitalisasi sebagai suatu yang mendukung atau meningkatkan kegiatan operasi semata," jelasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas