Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2 Catatan Yenny Wahid Tanggapi Video Viral Santri Tutup Telinga saat Vaksin

Video para santri menutup telinga saat antre melakukan vaksinasi menuai perhatian beberapa pihak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in 2 Catatan Yenny Wahid Tanggapi Video Viral Santri Tutup Telinga saat Vaksin
Instagram @yennywahid
Santri tutup telinga 

Ada 2 catatan saya:

1. Saya senang para gurunya mengatur agar mereka divaksinasi.

Dengan divaksin, mereka bukan saja melindungi dirinya tetapi juga orang-orang disekelilingnya dari ancaman covid 19.

2. Menghafal Quran bukan pekerjaan yang mudah.

Kawan baik saya, Gus Fatir dari pesantren @ponpespi_alkenaniyah belajar menghafal AlQuran sejak usia 5 th.

Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal Quran.
Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Quran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal.

Yuk kita lebih proporsional dalam menilai orang lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dll.

Menyematkan label pada orang lain hanya akan membuat masyarakat terbelah.

Mari kita belajar untuk lebih saling mengerti satu sama lain, dan itu bisa dimulai dengan memahami dan menerima bahwa nilai yang kita anut tidak perlu sama untuk bisa tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

Buat adik-adik ma'had tahfidz, semangat terus ya dalam upaya menghafal Al Quran.

Semoga Allah SWT memberikan barokah berlimpah untuk kalian semua."

Pro Kontra

Mengutip wartakotalive.com, pro dan kontra terkait aksi para santri yang menutup kuping mereka karena tak ingin mendengarkan musik saat menunggu giliran vaksinasi covid-19 ramai dituliskan masyarakat lewat media sosial.

Satu di antaranya adalah Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A., Ph.D, Dosen Fakultas Hukum Universitas Monash.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas