Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini BMKG Jumat 17 September: 23 Wilayah Ini Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

BMKG merilis peringatan dini besok, Jumat (17/9/2021). Waspada terdapat 23 wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

Peringatan Dini BMKG Jumat 17 September: 23 Wilayah Ini Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem
pixabay.com
Ilustrasi cuaca ekstrem - BMKG merilis peringatan dini besok, Jumat (17/9/2021). Waspada terdapat 23 wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk besok, Jumat 17 September 2021.

Terdapat beberapa daerah yang mendapatkan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

Melalui laman resminya, BMKG memprediksi 23 wilayah berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Besok akan terjadi sirkulasi siklonik terpantau di Barat Filipina-Laut Cina Selatan.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Jumat, 17 September 2021: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Jumat, 17 September 2021: Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatera Utara hingga Papua

Sirkulasi siklonik membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Laut Sulawesi, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara dan di Kalimantan Utara.

Sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Bengkulu.

Konvergensi juga terpantau memanjang di Selat Malaka, di Jawa Tengah bagian Selatan, di Jawa Timur, di NTT, di Kalimantan Barat bagian Utara, di Kalimantan Tengah bagian Selatan.

Konvergensi memanjang di Selat Makassar, di Gorontalo, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat, di Maluku, di perairan Utara Maluku Utara, dari Papua hingga Papua Barat.

Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di perairan Barat Sumatera Utara, di Kep.Riau, di Laut Natuna dan di perairan Utara Papua.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Halaman
123
Penulis: Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas