Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PPP Sebut Sistem Peringatan Dini Bencana Harus Komprehensif

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai pentingnya pembentukan sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi bencana di Indonesia.

PPP Sebut Sistem Peringatan Dini Bencana Harus Komprehensif
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai pentingnya pembentukan sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi bencana di Indonesia.

Jika ingin membentuk sistem, polanya harus komprehensif, holistik, dan menyeluruh.

Hal itu disampaikan Sekjen PPP Arwani Thomafi saat menjadi Keynote Speaker dalam webinar Fraksi PPP dengan tajuk "Early Warning System Tsunami dan Kebencanaan di Indonesia", Kamis (16/9/2021)

"Membentuk sistem dimulai dari aturan main, aparat hingga masyarakat. Ketiga aspek ini harus terintegrasi dalam satu sistem yang saling terkait satu dengan lainnya," kata Arwani Thomafi.

Dikatakannya, membentuk sistem peringatan dini terhadap kebencanaan di Indonesia harus dilakukan secara sistemik, ajeg, dan berkelanjutan.

"Karena menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Indonesia masuk dalam daftar 35 negara yang potensi tertinggi mengalami bencana. Ini harus menjadi perhatian kita" jelas Arwani.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini mengatakan, bicara EWS, bukan hanya menyiapkan alat tetapi yang paling penting adalah menghindari darurat kesejahteran masyarakat.

Baca juga: Ketua DPR Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

"Dalam konteks tersebut, pembentukan sistem peringatan dini terhadap kebencanaan menjadi bagian dari upaya konkret untuk melakukan upaya sistemik menghindari terjadinya darurat kesejahetaraan yang muncul akibat bencana," katanya.

Dikatakannya, pembentukan sistem peringatan dini ini juga harus dibaca sebagai bagian dari mekanisme ilmu pengetahuan dalam merespons gejala alam yang dalam perspektif ilmu pengetahuan dapat diteliti dan dicarikan solusi.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas