Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wakil Ketua DPR: Kini Saatnya Santri Jadi Motor Penggerak Kemajuan

Santri memegang peranan penting dalam perjalanan bangsa ini sejak era prakemerdekaan. 

Wakil Ketua DPR: Kini Saatnya Santri Jadi Motor Penggerak Kemajuan
dok. DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Santri memegang peranan penting dalam perjalanan bangsa ini sejak era prakemerdekaan. 

Sayangnya, dulu peran santri kurang diakui.

Kini, santri-santri di Indonesia semakin membanggakan dan memberikan harapan besar untuk masa depan bangsa.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) saat memberikan sambutan di hadapan ribuan santri pada acara bertajuk Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). 

”Pensantren NU, kalangan ahlussunnah waljamaah, 30 atau 40 tahun lalu, tidak seperti hari ini. Kini, semua mulai mengagumi para santri dan pesantren. Dulu, santri, pesantren ditinggalkan, dipinggirkan, dilupakan bahkan tidak dicatat dalam sejarah,” ujar Muhaimin Iskandar.

Padahal, menurut Gus Muhaimin, santri memiliki andil, peran, kontribusi yang sangat besar dalam membangun karakter, akhlak, mental anak bangsa, bahkan jauh sebelum era kemerdekaan. 

Baca juga: Presiden Jokowi Senang Santri Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Para kiai telah melahirkan generasi muslim dan muslimat Indonesia yang luar biasa dan menjadi yang terbesar di dunia. 

”Para santri, kiai, dan ulama juga ikut memerdekakan bangsa. Tapi setelah merdeka mulai ditinggalkan, dianggap terbelakang, kaum tertinggalkan dan dianggap merepotkan pembangunan,” urainya. 

Perjuangan para ulama dan kalangan pesantren, tutur Gus Muhaimin, bahkan tidak pernah ditulis dalam sejarah nasional dan disembunyikan selama 32 tahun era Orde Baru.

”Setelah Reformasi, kemudian menggali, menelusuri jejak kaum santri, ada Resolusi Jihad. Peran ulama, pesantren untuk kemerdekaan kita temukan. Saat Reformasi dan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) menjadi Presiden, mulai diakui warga NU dan pesantren. Pemerintah pun mengakui dengan adanya Hari Santri Nasional yang menjadi tonggak bangkitnya kaum santri untuk membangun bangsa negara,” tuturnya. 

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas