Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kemendikbudristek: RI dan Negara di Kawasan Asia-Pasifik Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Suhadi mengatakan Indonesia dan negara di kawasan Asia Pasifik memiliki komitmen meningkatkan kualitas pendidikan.

Kemendikbudristek: RI dan Negara di Kawasan Asia-Pasifik Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan
TRIBUN LAMPUNG/TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA
PTM PELAJAR - Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SD Negeri 2 Rajabasa, Senin (13/9/2021). Seiring penurunan status pandemi dari zona merah ke zona kuning atau dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi PPKM level 3 di Kota Bandar Lampung, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas yang diikuti hanya 50 persen siswa. Selain itu selama pembelajaran berlangsung selama 2x60 menit sehari dan berlaku di seluruh jenjang pendidikan setempat, mulai tingkat SD, SMP dan SMA .(Tribunlampung.co.id/Deni Saputra) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris BSKAP Kemendikbudristek Suhadi mengatakan Indonesia dan negara di kawasan Asia Pasifik memiliki komitmen meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan program Merdeka Belajar yang digagas Kemendikbudristek.

“Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui kerja sama dan kolaborasi di kawasan,” kata Suhadi melalui keterangan tertulis, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah Bidang Investasi Hadapi Potensi Pandemi Berubah Jadi Endemi

Langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan ALCoB ICT Volunteer (AIV) 2021 kepada 50 orang guru dan kepala sekolah dari penjuru Indonesia.

Suhadi mengatakan pelatihan ini sangat penting dalam membantu upaya peningkatan kompetensi dalam bidang TIK, berbagi praktik baik, dan memperluas jejaring guru dan kepala sekolah di wilayah Asia-Pasifik.

"Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan digital lintas regional Asia-Pasifik," ucap Suhadi.

Baca juga: Jokowi Diminta Angkat Guru Honorer Jadi PPPK Berdasarkan Masa Pengabdiannya

BKSAP Kemendikbudristek sebagai koordinator Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Human Resources Development Working Group (HRDWG) Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Institute of APEC Collaborative Education.

AIV merupakan program pelatihan tahunan bertajuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Budaya, dan lingkungan pendidikan untuk para guru dan kepala sekolah di kawasan Asia-Pasifik dengan dukungan dari APEC.

Baca juga: Indonesia Masuk Daftar Negara Terbaik Tangani Covid-19 di Dunia, Begini Tanggapan Epidemiologi

Pada sesi tahun ini, BSKAP Kemendikbudristek telah menyeleksi 50 orang guru dan kepala sekolah dari hampir seluruh provinsi di Indonesia dan sekolah Indonesia luar negeri.

Sebanyak 26 peserta perempuan dan 24 peserta laki-laki, dari satuan pendidikan jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, sekolah, dan madrasah.

Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berbagi praktik baik dengan sesama peserta dari Indonesia dan juga lebih dari 150 orang pendidik dari Korea Selatan, Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Peserta juga mendapatkan bahan pelatihan yang dirakit sebagai media pembelajaran yang dapat diaplikasikan di kelas.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas