Tribun

Ali Kalora Tewas Tertembak

Tiga Kemungkinan Bakal Dilakukan Sisa Kelompok MIT, Bersembunyi, Menyerah atau Balas Dendam

Ada tiga kemungkinan yang bakal dilakukan sisa kelompok MIT. Salah satunya adalah melakukan aksi akhir karena sudah merasa terdesak motif balas dendam

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Tiga Kemungkinan Bakal Dilakukan Sisa Kelompok MIT, Bersembunyi, Menyerah atau Balas Dendam
Tribun Timur via Handover/Kompas (Mansur K103-15)
Tega Mutilasi Warga Sipil, Inilah Pimpinan Teroris Poso, Ali Kalora 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok MIT yang tersisa sekarang menghadapi babak baru pascatewasnya sang pimpinan Ali Kalora.

Pengamat terorisme Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib meyakini kelompok itu akan habis, baik dengan cara menyerah atau nantinya tertangkap oleh aparat keamanan.

Sebab, empat orang yang tersisa bukanlah sosok yang hebat dari sisi kemampuan tempur.

"Pascatewasnya Ali Kalora saya yakin MIT tumpas dan selesai. Saya meyakini empat orang ini akan segera tertangkap atau kalau tidak ya mereka menyerah sendiri," kata Ridlwan.

Belum lagi fakta bahwa kelompok MIT tak lagi mendapat bantuan dari jaringan JAD di luar Sulawesi Tengah setelah pimpinan terdahulu yakni Santoso tewas pada 2016.

"MIT ini sudah sangat lemah dan hanya bertahan hidup dari merampok ladang-ladang petani di kaki gunung," kata Ridlwan.

Berbeda, pengamat intelijen dan terorisme Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta menyebut ada tiga kemungkinan yang bakal dilakukan sisa kelompok MIT.

Baca juga: Fakta-fakta Tewasnya Ali Kalora Pemimpin Teroris Poso, Kronologi Penyergapan, Ada Bom yang Meledak

Salah satunya adalah melakukan aksi akhir karena sudah merasa terdesak motif balas dendam.

Aksi akhir ini bisa berupa aksi teror atau serangan lain, walaupun kecil kemungkinan menggunakan bom karena sulitnya memperoleh bahan baku.

"Selain motif balas dendam, sisa anggota MIT akan melakukan aksi balasan jika merasa malu untuk menyerah dan perhitungan tidak mampu bertahan lama jika terus di hutan," kata Stanislaus.

Kemungkinan kedua adalah mereka tetap bersembunyi di hutan menjauh dari aparat keamanan dan masyarakat.

Hingga saat ini kelompok MIT sudah terbukti mampu bertahan bertahun-tahun hidup di hutan, walaupun tetap sesekali turun ke perkampungan untuk memenuhi logistik dan kebutuhan lain.

"Namun jika ini yang dilakukan maka diperkirakan sisa kelompok MIT tersebut tidak akan bertahan lama, karena kejaran aparat keamanan yang semakin solid dan berpengalaman di medan Poso," katanya.

Kemungkinan terakhir, kelompok MIT tersebut diprediksi bakal menyerah kalah.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas