Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Bamsoet Minta Pemda Cek Dugaan Klaster Covid-19 saat PTM di Jateng

Bamsoet meminta Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti adanya dugaan temuan klaster Covid-19 yang terjadi akibat pelaksanaan PTM.

Bamsoet Minta Pemda Cek Dugaan Klaster Covid-19 saat PTM di Jateng
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Sebuah ruang kelas di MTs Al Muttaqin di Desa Rengging, Kab Jepara tampak kosong. Saat ini aktivitas belajar mengajar di sekolah itu dihentikan setelah 25 siswa dan 3 guru positif Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) diduga menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Terlebih, setelah dihentikan proses PTM, puluhan siswa dinyatakan positif Covid-19, yaitu di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Mrebet di Kabupaten Purbalingga dan delapan sekolah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Menanggapi hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti adanya dugaan temuan klaster Covid-19 yang terjadi akibat pelaksanaan PTM.

Baca juga: 5 Pelajar di SDN 1 Panggang Gunungkidul Positif Covid-19, PTM Dihentikan 

Tentunya, dengan mengevaluasi penyebab terbentuknya kluster Covid-19 di lingkungan sekolah tersebut.

"Sehingga dapat diketahui apakah kluster tersebut benar-benar terjadi akibat PTM atau merupakan penyebaran dari tempat lain," kata Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021).

Mantan Ketua DPR RI ini juga meminta Pemda segera mensterilisasi lingkungan sekolah yang menjadi klaster Covid-19 tersebut, dan meminta pengurus sekolah untuk menutup sementara pelaksanaan PTM-nya dan kembali menggunakan metode daring.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Lingkungan Sekolah Jateng Terus Bertambah, Bermula dari Curi Star PTM ?

Tak hanya itu, Bamsoet juga meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek untuk memperbanyak dan mengakselerasi pemberian vaksinasi covid-19 bagi anak-anak usia 12-17 tahun.

Dikarenakan kegiatan PTM saat ini telah mulai dilaksanakan dan diperlukan penguatan proteksi pada anak ketika harus melakukan kegiatan PTM yang mengharuskan adanya interaksi langsung secara tatap muka dengan teman-teman maupun dengan gurunya.

Bamsoet juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan PTM di sekolah.

"Meminta Kemendikbudristek untuk mengawasi pelaksanaan PTM di sekolah-sekolah lainnya, baik dari penerapan protokol kesehatan, kesiapan sarana prasarana pendukung PTM, pertimbangan syarat vaksin bagi tenaga kependidikan dan pendidik juga siswa/i yang melakukan PTM, dan dilakukannya tes covid-19 secara berkala bagi tenaga kependidikan, pendidik, dan siswa/i yang kembali bersekolah secara tatap muka," jelasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas