Tribun

Ketua RW di Perumahan Permata Buana Bantah Perintahkan Satpam Lakukan Pungli ke Warga

Dugaan pungutan liar terhadap seorang warga perumahan di Taman Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat viral di media sosial.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Malvyandie Haryadi
Ketua RW di Perumahan Permata Buana Bantah Perintahkan Satpam Lakukan Pungli ke Warga
istimewa
Tangkapan layar sekumpulan Satpam adu mulut dengan beberapa warga di dekat mobil truk mini. 

"Dalam peraturan tata tertib untuk pembangunan proyek di sini,  ada uang jaminan sebesar Rp 10 juta. Nah, uang itu dibayarkan di awal ketika proyek baru dimulai, itu disetoekan ke rekening RW," kata dia.

Tujuan uang jaminan proyek

Amir menambahkan, uang jaminan proyek bangunan itu memiliki tujuan. Selain sebagai jaminan, uang deposito itu digunakan untuk mengantisipasi apabila proyek renovasi itu mengganggu ketertiban dan lingkungan warga.

Baca juga: Kasus Dugaan Pungli Satpam Perumahan Permata Buana Kembangan Naik ke Penyidikan

Selain itu, uang jaminan proyek juga bertujuan sebagai bentuk pertanggungjawaban warga yang merenovasi rumah jika suatu saat proyeknya berdampak pada kerusakan fasilitas umum, tetangga dan lingkungan perumahan.

"Jadi jaminan itu untuk memastikan proyeknya tidak mengganggu aktivitas lingkungan dan warga. Kalau proyeknya nanti sudah selesai, akan kita cek misal apakah berdampak pada fasilitas di sekitarnya misal ada kerusakan gak. Lalu juga dampak lingkungan seperti sampahnya itu gimana, jalannya gimana. Setelah semua oke, baru mereka ngajuin surat untuk minta kembali uang jaminannya," beber Amir.

Sebelumnya, dugaan pungli yang dilakukan oknum satpam komplek dilaporkan warga Permata Buana yang bernama Candy ia mengaku pihaknya sempat dimintai uang jaminan oleh pihak RW saat hendak merenovasi rumahnya.

Menurutnya, uang tersebut digunakan sebagai syarat izin membangun dan jaminan membangun rumah. Adapun besaran jumlahnya masing-masing masing-masing sebesar Rp 5 juta dan Rp 10 juta.

"Waktu itu ada surat dari pihak RW. Kemudian  ada permintaan uang izin membangun sebesar Rp 5 juta dan uang jaminan membangun Rp 10 juta," katanya.

Namun, Candy mengaku baru menerimas surat itu setelah proyek renovasi rumahnya ranpung. Sebelumnya, ia mengaku tidak diinformasikan soal kewajiban itu saat hendak merenovasi rumah

"Itu muncul setelah proyek saya diberhentikan. Jadi munculnya di belakangan jadi saya pertanyakan juga kenapa munculnya di belakang, sedangkan saya melakukan pembangunan itu sejak 2020 loh," imbuhnya.

Meski pada akhirnya ia mengklaim tetap membayarkan uang jaminan itu, proyek renovasi rumahnya masih dihalangi oleh pihak satpam perumahan.

Atas tindakan intimidasi dan dugaan pungli itu, Candy melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Pusat. 

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas