Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini BMKG Besok, Senin 27 September 2021: 20 Wilayah Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin

Peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (27/9/2021). Waspada cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang.

Peringatan Dini BMKG Besok, Senin 27 September 2021: 20 Wilayah Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin
Tribunnews.com
Ilustrasi prakiraan cuaca - Simak peringatan dini BMKG terkait cuaca ekstrem yang terjadi besok, Senin (27/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini peringatan dini BMKG terkait cuaca ekstrem yang terjadi besok, Senin (27/9/2021).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia.

Diperkirakan, sejumlah wilayah akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang dan kilat/petir.

Sesuai informasi pada laman web.meteo.bmkg.go.id, Deputi Bidang Meteorologi, Minggu (26/9/2021), menyampaikan adanya Siklon Tropis MINDULLE terpantau di Samudera Pasifik Timur Laut Filipina yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang di Laut Sulawesi dan di perairan Timur Filipina.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terbentuk memanjang di Maluku dan Papua bagian Utara.

Baca juga: Info Cuaca BMKG Senin, 27 September 2021: Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Melanda 27 Wilayah Ini

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Senin, 27 September 2021: Waspada Hujan Lebat Terjadi di 20 Wilayah Ini

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Sirkulasi Siklonik terpantau di perairan utara Kalimantan yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di pesisir utara P. Kalimantan.

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di perairan utara Aceh, dari SElat Malaka hingga Sumatera Utara, dari Bengkulu hingga perairan Barat Sumatera Barat.

Kemudian memanjang di Jawa Barat bagian Selatan, dari NTB hingga Jawa Timur, di NTT, di
Kalimantan Barat, di Kalimantan Selatan, dan dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas